MERAHPUTIH I MALANG — Suasana berbeda tampak menyelimuti lantai atas Toko Buku Gramedia Mall Olympic Garden, Kota Malang, Sabtu (28/6/2025) sore. Riuh tawa anak-anak terdengar bersahutan di antara rak-rak buku dan perlengkapan sekolah. Sebanyak 100 anak yatim, duafa, dan difabel dari berbagai lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di Malang tampak antusias menjelajahi setiap sudut toko. Mereka bukan sekadar pengunjung, tetapi tamu istimewa yang tengah menikmati kebahagiaan kecil berbelanja buku dan alat tulis, berkat inisiatif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Setiap anak menerima voucher belanja senilai Rp 200.000 untuk dibelanjakan sesuai keinginan mereka. Sebuah bentuk perhatian yang tak hanya memberi kebahagiaan sesaat, namun juga menyentuh aspek penting dalam tumbuh kembang anak: pendidikan dan literasi.
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
“Saya melihat wajah-wajah bahagia itu. Mereka memilih barang-barang yang benar-benar mereka butuhkan, ada yang memilih buku gambar, buku cerita, bahkan beberapa memilih alat tulis yang lengkap,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, yang turut mendampingi kegiatan tersebut.
Anak-anak tersebut berasal dari sepuluh LKSA yang ada di wilayah Malang Raya, di antaranya Nurul Izzah, TSQ Uswatun Hasanah, Taqwa Alqobi, Griya Baca, Attaufiqi, Panti Asuhan Muhammadiyah, Salman, Sunan Giri Tlogomas, Yayasan Putra Pancasila, serta Permata Hati. Kegiatan ini digagas langsung oleh Khofifah, sebagai bagian dari kunjungannya ke Malang dalam rangka pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Khofifah tiba sekitar pukul 15.30 WIB, disambut hangat anak-anak yang sejak siang menanti kedatangannya. Sebelum kehadiran gubernur, anak-anak sempat bermain di area alat fitness dan melihat-lihat rak buku. Namun seketika, perhatian mereka tertuju pada sosok perempuan berhijab yang langsung menyapa mereka satu per satu dengan senyum hangat.
“Kegiatan ini merupakan wujud spontanitas Ibu Gubernur yang ingin berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan duafa di Malang. Di tengah jadwal yang padat, beliau menyempatkan diri untuk hadir langsung dan menyaksikan bagaimana anak-anak memilih perlengkapan sekolah dengan penuh semangat,” kata Restu.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
Tidak hanya anak-anak dari LKSA reguler, kegiatan ini juga melibatkan satu LKSA disabilitas. Anak-anak difabel pun tampak larut dalam suasana sukacita, memilih barang-barang impian mereka dengan panduan dari para pendamping.
Menurut Restu, setiap 10 anak didampingi oleh satu relawan untuk membantu dalam proses memilih barang. “Ini bukan hanya tentang memberi. Ini tentang mendampingi, tentang menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri,” tambahnya.
Kegiatan ini memiliki dimensi lebih dari sekadar amal sosial. Dengan memberikan akses langsung kepada anak-anak untuk memilih sendiri buku dan perlengkapan sekolah, program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan minat baca sejak dini.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
“Anak-anak yang senang menggambar langsung mencari buku sketsa dan pensil warna. Yang suka membaca langsung menuju rak cerita anak. Kami membebaskan mereka memilih sesuai minat, dan itu penting untuk mengasah kreativitas serta memperkuat karakter,” ungkap Restu.
Selain perlengkapan belajar, beberapa anak juga mendapatkan sepatu baru dan uang saku. Sebuah kejutan yang menambah semarak kebahagiaan hari itu. “Saya rasa, dari raut wajah mereka, semangat itu tumbuh. Semangat belajar, semangat bermimpi, dan semangat bahwa mereka diperhatikan,” ujarnya.
Meski hanya berlangsung selama 40 menit, keceriaan di Gramedia hari itu menjadi simbol penting. Bahwa negaramelalui sosok pemimpinnya hadir untuk memberi semangat pada setiap anak, tanpa kecuali. (RED)
Editor : Redaksi