MERAHPUTIH I JEMBER - Di balik gemuruh sorak penonton dan dentuman bola voli yang biasa mengisi hari-hari Megawati Hangestri Pratiwi, Jumat siang (4/7/2025) menghadirkan momen yang jauh lebih hening, sakral, dan mendalam. Bukan di lapangan pertandingan, tapi di pelataran Masjid Roudhatul Muchlisin, Jember, Jawa Timur, atlet voli putri andalan Indonesia ini resmi melepas masa lajangnya.
Dengan balutan busana pengantin serba putih yang anggun, Megawati bersanding dengan pria yang telah lama mengisi ruang hatinya, Dio Novandra, seorang atlet yang juga menekuni dunia olahraga. Di hadapan penghulu dan keluarga inti yang hadir, keduanya mengikrarkan janji untuk saling menguatkan, sebagaimana mereka telah lakukan selama bertahun-tahun menjalin hubungan, termasuk saat dipisahkan oleh jarak dan kesibukan sebagai atlet nasional.
Baca juga: Megawati Hangestri Resmi Berpisah dengan Manisa BBSK, Pilih Fokus Bela Timnas Indonesia
Tepat pukul 13.00 WIB, suasana yang semula tenang berubah menjadi penuh harap. Semua mata tertuju pada Dio, yang dengan suara tenang tapi penuh ketegangan, mengucap ijab kabul hanya dalam satu tarikan napas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Megawati Hangestri Pratiwi binti Maksum dengan maskawin tersebut dibayar tunai,” ucapnya lantang, menandai satu fase baru dalam hidup mereka.
Yang membuat momen itu terasa semakin personal adalah mahar yang dipersembahkan Dio untuk Megawati: seperangkat alat salat, emas seberat delapan gram, dan uang tunai sebesar Rp 4.725.000. Nominal itu bukan tanpa makna. Angka “4725” adalah simbol dari tanggal pernikahan mereka, 4 Juli 2025, detail kecil yang menyiratkan betapa pasangan ini menghargai momen, angka, dan ingatan.
Baca juga: Megawati Hangestri Gabung Klub Turki Manisa BBSK: Jejak Sang Bintang Menuju Sultanlar Ligi
Megawati, yang biasanya tampil garang di atas lapangan, hari itu tampak anggun dan teduh. Senyum tak henti-hentinya merekah di wajahnya, sesekali ditangkap kamera saat keduanya memamerkan buku nikah dan cincin yang kini telah resmi menghuni jari manis masing-masing. Kebahagiaan mereka tak dibuat-buat; ia tumbuh dari benih perjalanan panjang dua insan yang sama-sama tumbuh di tengah disiplin, tekanan, dan semangat olahraga.
Hubungan Megawati dan Dio bukan kisah cinta instan. Ia dirajut perlahan di sela-sela latihan, kompetisi, dan jadwal padat sebagai atlet. Mereka pernah menjalani hubungan jarak jauh (LDR), berpindah kota, bahkan negara. Tapi keduanya bertahan, bukan hanya karena cinta, tapi karena saling mengerti dan menguatkan di balik layar gemerlap dunia olahraga.
Baca juga: Megawati Hangestri Ukir Sejarah di Turki, Gaji Fantastis Warnai Kiprah Internasional Sang "Megatron"
Kini, dengan status baru sebagai suami istri, tantangan baru pun menanti. Tapi melihat bagaimana keduanya menjalani hubungan selama ini, dengan kesabaran, dedikasi, dan komitmen, maka pernikahan ini tampak bukan sebagai garis akhir, melainkan start baru untuk perjalanan yang lebih panjang.
Dari lapangan voli ke pelaminan, Megawati Hangestri dan Dio Novandra menunjukkan bahwa cinta, seperti olahraga, memerlukan latihan, kerja sama, dan semangat untuk terus bertumbuh. (red)
Editor : Redaksi