MERAHPUTIH I BOGOR - Di tengah tantangan penyerapan tenaga kerja yang masih menjadi pekerjaan rumah banyak daerah, langkah PT Karya Mitra Seraya (KMS) di Kabupaten Bogor mendapat perhatian khusus. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi mebel ini dinilai berhasil memberdayakan ribuan warga sekitar untuk terlibat dalam proses produksi, sekaligus mengurangi tekanan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan apresiasinya secara langsung saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT KMS di kawasan industri Sentul, Kamis (31/7/2025). Dalam kunjungannya, Erwan meninjau aktivitas produksi di workshop, berinteraksi dengan para pekerja, dan mengamati rantai pasok bahan baku yang digunakan perusahaan.
Baca juga: Produktivitas ASN Bukan Soal Absen Kantor, Gubernur Dedi Mulyadi Tekankan Kinerja dan Perencanaan
“Langkah PT KMS dalam menyerap tenaga kerja lokal sangat patut diapresiasi. Dari sekitar 1.000 karyawan yang ada, mayoritas berasal dari Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Ini nyata memberikan kontribusi terhadap pengurangan angka pengangguran di daerah,” ujar Erwan.
Pabrik yang memproduksi beragam jenis mebel untuk kebutuhan perkantoran dan pendidikan itu juga memanfaatkan bahan baku sepenuhnya dari dalam negeri. Menurut Erwan, hal ini memperkuat kemandirian industri sekaligus mendukung perekonomian nasional dari sisi hulu.
“Bahan baku mereka berasal dari dalam negeri, dan pasar yang dituju adalah pasar nasional. Ini adalah contoh industri yang tumbuh tanpa terlalu bergantung pada impor, dan mampu memberi manfaat berlapis, dari hulu ke hilir,” tambahnya.
Baca juga: Dedi Mulyadi: Ekonomi Rakyat Harus Tumbuh dari Kreativitas dan Kerja Keras
PT KMS, yang telah beroperasi selama lebih dari satu dekade, juga dikenal aktif menjalin kemitraan dengan pelaku usaha kecil dan menengah di bidang kerajinan kayu serta desain interior. Dalam praktik produksinya, perusahaan turut mendorong transfer keahlian kepada pekerja lokal, termasuk pelatihan teknis dan pengembangan kapasitas.
Direktur Utama PT KMS, Edi Gunawan, menyambut kunjungan tersebut sebagai pengakuan atas komitmen perusahaan dalam membangun industri yang berkelanjutan dan inklusif. Ia menuturkan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga ingin menciptakan dampak sosial yang terukur bagi masyarakat sekitar.
“Kunjungan dari Bapak Wakil Gubernur menjadi energi baru bagi kami. Kami percaya, industri yang sehat adalah yang bisa tumbuh bersama masyarakatnya. Oleh karena itu, selain membuka lapangan kerja, kami juga menjalankan berbagai program kesejahteraan dan pemberdayaan komunitas,” kata Edi.
Baca juga: Jabar Luncurkan Gagasan “Kereta Petani dan Pedagang”, Angkutan Rakyat dari Sawah ke Pasar
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat pada awal 2025 masih berada di atas rata-rata nasional. Oleh sebab itu, model pemberdayaan yang dilakukan PT KMS dinilai bisa menjadi contoh bagi sektor industri lainnya.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari agenda Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meninjau kesiapan industri lokal dalam mendukung perekonomian daerah serta mendeteksi potensi kolaborasi yang bisa dikembangkan antara pemerintah dan sektor swasta. (red)
Editor : Redaksi