MERAHPUTIH I BANDUNG – Kiper muda PERSIB U-18, Muhammad Rhaka Syafaka Bilhuda, kembali ke pelukan tim setelah menjalani pengalaman berharga bersama Tim Nasional Indonesia U-17 di ajang Piala Asia U-17 2025 yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi. Kepulangan Rhaka ke skuad Maung Ngora menjadi momen penting dalam proses tumbuh kembang kariernya sebagai penjaga gawang masa depan.
Dengan langkah mantap, Rhaka langsung mengikuti sesi latihan perdana bersama pelatih kiper PERSIB, Mario Jozic. Wajahnya masih menyimpan semangat dari tanah Arab, tempat ia menghadapi lawan-lawan kuat dalam ajang bergengsi level Asia.
Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas
"Alhamdulillah bisa kembali latihan bersama tim. Banyak pengalaman yang Rhaka dapat selama bersama Timnas. Persaingannya sangat ketat, jadi kami harus benar-benar siap mental dan percaya diri," ujar Rhaka kepada awak media usai sesi latihan.
Di Piala Asia U-17, Rhaka tak hanya membawa nama pribadi dan klub, tapi juga tanggung jawab sebagai perwakilan bangsa. Bersaing di bawah sorotan dunia, ia menyerap pelajaran penting dari atmosfer pertandingan internasional—mulai dari kecepatan permainan hingga tekanan mental yang datang dari berbagai arah.
"Di sana, saya belajar bagaimana bersaing secara sehat. Banyak pemain bagus, jadi kita dituntut untuk bisa bersikap profesional dan terus berkembang," tambahnya.
Meski telah menembus level internasional, Rhaka tak menutup mata bahwa masih banyak ruang yang harus diisi dalam dirinya. Ia menyadari bahwa perjalanan menjadi kiper tangguh belumlah usai.
"Masih banyak yang harus diperbaiki, terutama dalam hal build-up permainan dari bawah. Itu jadi fokus saya ke depan bersama coach Mario," ungkapnya.
Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1
Pelatih kiper PERSIB U-18, Mario Jozic, menilai bahwa pengalaman Rhaka di Timnas akan sangat berguna bagi pengembangan individu maupun tim. "Rhaka kembali dengan mental yang lebih matang. Ini penting untuk posisinya sebagai penjaga gawang, karena kiper tidak hanya soal teknik, tapi juga kepemimpinan dan ketenangan," kata Jozic dalam keterangan terpisah.
Menurut pelatih asal Kroasia itu, membina kiper muda tidak hanya soal memperkuat refleks atau kemampuan membaca arah bola, tapi juga menanamkan karakter kuat agar sang kiper mampu menjadi fondasi tim dari lini paling belakang.
"Rhaka punya potensi besar. Yang terpenting sekarang adalah menjaga konsistensi dan fokus dalam setiap sesi latihan," imbuhnya.
Di usianya yang masih sangat muda, Rhaka paham bahwa dirinya baru menginjak satu anak tangga dalam tangga panjang karier sepak bola profesional. Ia tidak ingin cepat berpuas diri hanya karena mengenakan jersey Timnas. Baginya, hal itu justru menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh.
Baca juga: Target Juara Grup G, Saddil Tegaskan PERSIB Akan Tempur Total di Markas Lion City Sailors
"Timnas adalah awal. Target saya tentu bisa tembus ke PERSIB senior suatu hari nanti. Tapi untuk itu saya harus kerja keras setiap hari, bukan hanya saat ada turnamen," katanya mantap.
Ketika ditanya siapa inspirasinya dalam menjaga gawang, Rhaka menyebut nama kiper timnas senior dan legenda PERSIB sebagai panutan. "Saya banyak belajar dari Teja (Paku Alam) dan Made (Wirawan). Mereka punya ketenangan dan konsistensi tinggi. Saya ingin bisa seperti mereka suatu saat nanti."
Perjalanan Rhaka Bilhuda adalah cermin dari kerja keras anak muda Indonesia yang berani bermimpi besar, berani menghadapi tekanan, dan tetap rendah hati saat pulang ke akar. Di balik sarung tangan dan peluit, ada cerita tentang anak muda yang ingin menjadi benteng tangguh, bukan hanya di lapangan, tapi juga dalam hidup. (red)
Editor : Redaksi