MERAHPUTIH I JAKARTA – Usai memimpin jalannya Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80 di Istana Merdeka, Minggu (17/8), Presiden Prabowo Subianto langsung dikelilingi para pemimpin bangsa lintas generasi. Para Presiden dan Wakil Presiden terdahulu satu per satu menyampaikan ucapan selamat, menciptakan suasana penuh keakraban di Ruang Kredensial, Istana Kepresidenan Jakarta.
Momen hangat itu tidak sekadar seremonial. Lebih jauh, kehadiran para tokoh bangsa ini menjadi simbol kesinambungan estafet kepemimpinan, sekaligus penegasan bahwa semangat kebangsaan harus terus dipelihara bersama. Setelah berbincang singkat dan bersalaman, mereka pun berpose dalam sebuah foto bersama potret yang mengabadikan kebersamaan lintas generasi dalam bingkai merah putih.
Baca juga: Peresmian Lima Infrastruktur Baru: Prabowo Tegaskan Konektivitas Jadi Tulang Punggung Pemerataan
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku terhanyut nostalgia saat kembali mengikuti upacara di Istana Merdeka. Baginya, suasana upacara tersebut seakan mengulang kenangan ketika ia masih menjabat sebagai kepala negara.
“Rakyat Indonesia harus bersyukur, tetap optimis, kemudian melakukan sesuatu bersama-sama dengan persatuan, dengan kerukunan membangun Indonesia agar lebih maju lagi,” ucap SBY penuh harap.
Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, juga hadir dengan mengenakan busana adat Indonesia. Dengan wajah sumringah, ia menyampaikan rasa syukur bisa kembali berada di tengah peringatan hari bersejarah ini.
“Saya merasa bersyukur, berbahagia, dan gembira karena saya lihat secara outlook semuanya, wajah-wajah yang hadir menyinarkan suatu kegembiraan. Ada harapan melihat masa depan bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia, Simbol Persahabatan Jakarta–Abu Dhabi
Tidak berhenti di situ, Try Sutrisno juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda. Menurutnya, anak muda adalah kunci masa depan bangsa yang harus terus dipupuk dengan semangat belajar tanpa henti.
“Saya harapkan generasi muda tergugahkan sehingga dia terus belajar, belajar, dan belajar di manapun dia berada,” pesannya tegas.
Sementara itu, Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, menekankan pentingnya memaknai kemerdekaan sebagai rahmat yang nyata. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan hanya bisa disebut berkah jika mampu menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat.
“Kalau tidak membawa kemakmuran, belum menjadi rahmat. Supaya betul-betul menjadi rahmat, maka kita jadikan momentum ini untuk membangun Indonesia yang makmur,” tutur Ma’ruf Amin.
Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka kali ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis, melainkan juga ajang refleksi kolektif. Kehadiran para pemimpin lintas generasi memberi pesan kuat: merawat kemerdekaan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dengan kebersamaan, persatuan, dan estafet perjuangan yang tak pernah putus. (red)
Editor : Redaksi