Surabaya Memanas: Demo Solidaritas Ojol di Depan Grahadi Berakhir Ricuh, 23 Motor Hangus Terbakar

harianmerahputih.id
saat kobaran api menjalar ke area parkir Grahadi sisi timur. Sebanyak 12 unit sepeda motor milik karyawan dan anggota Satpol PP Provinsi Jawa Timur ludes dilalap api

MERAHPUTIH I SURABAYA – Suasana tegang mewarnai pusat Kota Surabaya pada Jumat (29/8/2025) sore. Aksi demonstrasi solidaritas masyarakat sipil bersama ratusan pengemudi ojek online (ojol) di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, berujung ricuh. Aksi yang semula berlangsung damai dengan orasi dan nyanyian perlawanan, berubah menjadi kerusuhan terbuka setelah massa tersulut amarah.

Massa aksi menuntut keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang tewas tertabrak kendaraan taktis (rantis) Baracuda saat unjuk rasa di Jakarta sehari sebelumnya, Kamis (28/8). Nama Affan berkali-kali diteriakkan melalui pengeras suara, disertai kecaman keras terhadap tindakan represif aparat.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Namun, suasana mulai tidak terkendali sekitar pukul 14.40 WIB. Massa yang semakin beringas mendobrak pagar pembatas Gedung Grahadi. Upaya aparat untuk menenangkan keadaan melalui imbauan megaphone tak digubris. Beberapa orang bahkan melemparkan batu dan bongkahan semen ke arah petugas yang berjaga di dalam halaman gedung.

Bentrok pun tak terelakkan. Polisi membalas dengan semprotan water cannon untuk membubarkan massa. Semprotan air deras itu justru memicu situasi makin panas. Massa kian agresif, sebagian di antaranya membakar ban bekas yang membuat asap hitam pekat membumbung ke langit Surabaya.

Kondisi makin mencekam saat kobaran api menjalar ke area parkir Grahadi sisi timur. Sebanyak 23 unit sepeda motor milik karyawan dan anggota Satpol PP Provinsi Jawa Timur ludes dilalap api. Suara letupan dari tangki bensin menambah kepanikan. Langit di atas Gedung Grahadi pun berubah kelam akibat asap hitam tebal yang membumbung tinggi.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Asap pekat itu membuat suasana di sekitar Jalan Gubernur Suryo mencekam. Beberapa warga yang melintas terpaksa menepi, sementara sebagian lainnya mengabadikan kejadian dengan ponsel mereka. “Ngeri sekali, Surabaya seperti medan perang,” ujar seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi yang memilih buru-buru menutup lapaknya.

Hingga saat ini, situasi di depan Grahadi masih belum sepenuhnya kondusif. Polisi terus berjaga ketat dengan barikade, sementara massa aksi masih bertahan di jalanan. Suara teriakan, sirene, dan dentuman terdengar bersahut-sahutan.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Demo solidaritas ini menambah daftar panjang ketegangan antara aparat dan kelompok masyarakat sipil, khususnya komunitas pengemudi ojol yang merasa kehilangan salah satu rekan mereka. Tuntutan utama massa jelas: penegakan keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan.

Namun, dengan kerusuhan yang terjadi di Surabaya, publik kini menaruh perhatian besar pada bagaimana pemerintah dan aparat akan merespons situasi yang kian memanas ini. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru