MERAHPUTIH I SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Jawa Timur kembali menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) IV, Selasa (16/9). Bertempat di Gedung PT Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Timur, Surabaya, pertemuan ini menegaskan komitmen kuat para pelaku transportasi darat di Bumi Majapahit untuk menghadirkan layanan angkutan umum yang lebih selamat, nyaman, dan kembali diminati masyarakat.
Acara tersebut dihadiri jajaran penting, mulai dari Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustafa, perwakilan DPC Organda se-Jawa Timur, Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono, Kepala Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jatim Tamrin Silalahi, Kepala BPTD Kelas II Jatim Bambang Hermanto dan tak ketinggalan, para pengusaha angkutan bus dari berbagai perusahaan otobus (PO) besar turut meramaikan forum, di antaranya PO Bagong, PO Eka-Mira, PO Harapan Jaya, PO Kalisari, PO Akas, PO Menggala, PO Tentrem, PO Sugeng Rahayu, dan lainnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Mengusung tema “Meningkatkan Pelayanan Transportasi Publik, Angkutan Umum Kembali Menjadi Pilihan Masyarakat”, Mukerda kali ini menjadi momentum penting. Bagi Organda Jatim, menumbuhkan kembali minat masyarakat terhadap angkutan umum bukan hanya soal tarif atau fasilitas, melainkan juga soal keselamatan, keterjangkauan, dan kepastian layanan.
“Angkutan umum bukan sekadar moda transportasi, tapi bagian dari kebutuhan pokok masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana membuat masyarakat merasa aman dan nyaman, sehingga kembali memilih bus atau kendaraan umum lainnya dibanding kendaraan pribadi,” ujar Ketua DPD Organda Jatim, Firmansyah Mustafa.
Mukerda IV ini menghasilkan Deklarasi Bersama Keselamatan Berlalu Lintas dan Angkutan Jalan. Deklarasi tersebut memuat sepuluh poin komitmen, yaitu:
- Menjalankan Sistem Manajemen Keselamatan Berlalu Lintas secara konsisten.
- Mendukung program keselamatan untuk menurunkan risiko kecelakaan armada.
- Melakukan pengawasan internal maupun eksternal terhadap operasional.
- Menjalankan pemeriksaan (ramp check) kendaraan secara rutin sebelum beroperasi.
- Memastikan seluruh awak kendaraan dalam kondisi sehat dan bugar.
- Memberikan sanksi tegas bagi awak yang melanggar aturan keselamatan.
- Patuh pada peraturan perundang-undangan dan siap menerima konsekuensi bila melanggar.
- Menjadikan keselamatan sebagai nilai utama dalam pelayanan.
- Bekerja sama dengan instansi terkait dalam pencegahan dan penanganan kecelakaan.
- Aktif menyebarkan budaya keselamatan di lingkungan perusahaan dan masyarakat.
Firmansyah menegaskan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar formalitas. “Semoga komitmen bersama ini betul-betul kita laksanakan, bukan hanya tertulis di kertas, tapi menjadi budaya nyata di lapangan,” tegasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menyambut positif deklarasi tersebut. Menurutnya, Pemprov Jatim siap bersinergi dengan Organda untuk memastikan standar keselamatan transportasi publik benar-benar diterapkan.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Hal senada disampaikan Kombes Pol Iwan Saktiadi yang menekankan pentingnya kolaborasi antara operator transportasi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan berlalu lintas.
Sementara itu, Kepala PT Jasa Raharja Jatim, Tamrin Silalahi, menambahkan bahwa keselamatan tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan penumpang, tetapi juga terkait erat dengan perlindungan jiwa dan keberlangsungan usaha transportasi itu sendiri.
Mukerda IV Organda Jatim di Surabaya ini menjadi catatan penting: para pelaku usaha transportasi bersepakat menjadikan keselamatan sebagai pondasi utama, sembari berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih baik.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, kepolisian, dan lembaga terkait, Organda Jatim bertekad agar transportasi umum kembali mendapat tempat terhormat di hati masyarakat.(dpr)
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Editor : Redaksi