Khofifah Gaspol Normalisasi Sungai Selowogo, Dua Ekskavator Diterjunkan ke Situbondo

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I PALEMBANG – Tak mau berlama-lama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung tancap gas. Sehari setelah memastikan pemasangan bronjong rampung, Khofifah mengirim dua ekskavator ke Sungai Selowogo, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. Kedua alat berat itu mulai bekerja hari ini, Minggu (28/9), untuk melakukan pengerukan atau normalisasi sungai.

Langkah cepat ini menyasar aliran sepanjang 1.500 meter, 300 meter ke arah muara dan 1.200 meter ke arah hulu. Targetnya jelas: mencegah banjir saat musim hujan dan melancarkan distribusi air irigasi bagi lahan pertanian. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam 45 hari.

Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat

“Kondisi terupdate, dua unit ekskavator sudah datang hari ini dan langsung mulai pengerukan. Targetnya 45 hari tuntas,” ujar Khofifah di sela kunjungan misi dagang di Palembang, Minggu (28/9).

Menurutnya, normalisasi sungai menjadi langkah mendesak jelang musim penghujan. Debit air yang meningkat tanpa aliran yang lancar berisiko meluap ke pemukiman dan sawah warga.

“Harapan kita, usai pengerukan arus air lancar ke laut sehingga tidak meluap ke perkampungan maupun pertanian,” jelasnya. “Jika hujan deras, debit air naik, tapi alirannya juga lancar untuk irigasi.”

Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan

Tak berhenti di situ, Khofifah menegaskan bahwa upaya mencegah banjir tak cukup dengan pengerukan. Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air telah menyelesaikan pemasangan bronjong sepanjang 872 meter di tiga titik: Sungai Selowogo, Sungai Plalangan, dan Afvour C13.

“Kemarin, Sabtu (27/9), kami cek langsung, pemasangan bronjong selesai. Kini saatnya kita fokus ke pengerukan,” tuturnya.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Bronjong tersebut dibangun untuk memperkuat tanggul yang jebol akibat banjir bandang pada 3 Februari 2025. Dengan tanggul baru dan aliran sungai yang dinormalisasi, air diharapkan tak lagi meluap ke sawah, permukiman, maupun jalan nasional.

“Mari kita kawal bersama. Semoga ikhtiar ini membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Situbondo,” pungkas Khofifah.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru