Trans Jatim Koridor VII Siap Mengaspal: Menyambung Mobilitas Lamongan–Paciran, Menggerakkan Ekonomi Pesisir Utara

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono saat memberikan keterangan pers disela sela kunjungan Jatim Fest 2025.

MERAHPUTIH | SURABAYA — Satu per satu, koridor baru Trans Jatim mulai mengisi jalur strategis di penjuru provinsi. Kali ini, giliran Lamongan yang akan merasakan geliat transportasi massal modern. Trans Jatim Koridor VII dipastikan segera beroperasi, membuka rute penghubung antara Terminal Lamongan hingga Terminal Paciran. Jalur anyar ini menjadi babak baru dalam upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memperluas jangkauan transportasi publik yang murah, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Koridor VII ini bukan sekadar jalur baru. Ia menjadi urat nadi pergerakan masyarakat pesisir utara, menjangkau wilayah yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi atau angkutan konvensional. Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, menyebut rute baru ini akan mulai dioperasikan pada Oktober 2025, dan menjadi langkah nyata Pemprov dalam menghadirkan layanan publik yang merata.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Dibukanya Koridor VII Trans Jatim diharapkan mampu mengurai kemacetan di kawasan Gerbangkertasusila, serta membuka peluang pengembangan Dermaga Paciran sebagai jalur penyeberangan ke sejumlah pulau di Jawa,” ujar Nyono di sela-sela kunjungan Jatim Fest 2025, Rabu (1/10) malam

Lebih dari sekadar mengangkut penumpang, Trans Jatim dihadirkan sebagai alat penghubung antarwilayah dan penggerak ekonomi lokal. Jalur sepanjang 46,5 kilometer ini akan melewati kawasan Sukodadi dan Dukun, dua kecamatan penting yang menjadi jalur penghubung antara pusat kota dan pesisir.

Trans Jatim Koridor VII dirancang untuk memberi akses cepat, teratur, dan aman bagi warga Lamongan dan sekitarnya. Dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit dari Lamongan ke Paciran, masyarakat dapat menjangkau pesisir tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Layanan ini ditopang oleh 15 unit bus, terdiri dari 14 armada operasional dan 1 unit cadangan. Setiap bus dijadwalkan berangkat setiap 15–20 menit, memastikan waktu tunggu penumpang tetap singkat dan efisien.

Bus akan beroperasi mulai pukul 05.00 WIB dari Terminal Lamongan, dan melakukan perjalanan terakhir pukul 21.00 WIB dari Terminal Paciran. Di sepanjang lintasan, tersedia 45 halte dan 38 titik pemberhentian, memudahkan penumpang naik-turun di berbagai kawasan.

Trans Jatim juga menjanjikan kenyamanan bagi penumpang dari berbagai kalangan. Mulai santri, pelajar, hingga ASN akan mendapatkan layanan berstandar tinggi dengan tarif terjangkau. Tak hanya itu, setiap unit dilengkapi fasilitas ramah disabilitas, sistem pembayaran non-tunai, dan pendingin udara yang nyaman.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Selain memperkuat mobilitas harian warga, keberadaan Trans Jatim Koridor VII juga diyakini akan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata pesisir Lamongan. Paciran dikenal dengan destinasi wisata baharinya, termasuk kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo & Goa, serta sejumlah pantai eksotis.

Dengan hadirnya transportasi massal modern, wisatawan kini memiliki opsi baru menuju kawasan tersebut tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi. Arus pengunjung yang lebih stabil diharapkan dapat menggairahkan ekonomi lokal, mulai dari pelaku UMKM, pengelola wisata, hingga masyarakat pesisir yang selama ini mengandalkan aktivitas ekonomi harian.

Sejak diluncurkan pada 2022, Trans Jatim telah menjadi wajah baru transportasi publik di provinsi ini. Koridor demi koridor dibuka untuk memperluas jangkauan, menjawab kebutuhan masyarakat dari perkotaan hingga pedesaan.

Kini, dengan hadirnya Koridor VII Lamongan–Paciran, Jawa Timur kian menegaskan diri sebagai provinsi yang serius membangun transportasi publik terintegrasi, ramah lingkungan, dan berorientasi pelayanan.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Trans Jatim bukan hanya sekadar alat angkut. Ia adalah simbol transformasi mobilitas, bukti bahwa Jawa Timur terus melaju, dari kota ke pesisir, dari daratan hingga lautan, meneguhkan diri sebagai poros pergerakan Nusantara.(dpr) 

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru