MERAHPUTIH I MAGETAN – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menapaki jejak sejarah perjuangan pendahulunya. Dengan penuh hormat dan khidmat, Khofifah memimpin apel ziarah ke makam Gubernur Pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung (RMT) Ario Soerjo atau yang akrab dikenang sebagai Gubernur Suryo, di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Minggu (5/10/2025).
Ziarah yang dihadiri jajaran Forkopimda, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, wakil Bupati Suyatni Priasmoro, para kepala OPD Pemprov Jatim, serta keluarga besar almarhum, menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang jatuh pada 12 Oktober mendatang.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Apel ziarah dimulai dengan pembacaan sejarah singkat perjuangan RMT Ario Soerjo, dilanjutkan penghormatan, mengheningkan cipta, serta peletakan dan tabur bunga oleh Gubernur Khofifah. Dalam suasana teduh dan penuh rasa haru, doa-doa mengalir untuk mengenang pengorbanan sang gubernur pertama yang dikenal tegas, religius, dan berani melawan penjajah.
“Apel ziarah ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan beliau. Gubernur Suryo adalah peletak dasar Jawa Timur, yang tidak hanya memimpin, tapi juga berjuang untuk menegakkan kedaulatan bangsa,” ujar Khofifah.
Ziarah ini sekaligus menjadi refleksi atas capaian Jawa Timur yang terus menunjukkan ketangguhan di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
“Tema Hari Jadi ke-80 kali ini adalah Jatim Tangguh, Jatim Bertumbuh. Dan Alhamdulillah, ketangguhan itu nyata. Hingga semester pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,23 persen, di atas rata-rata nasional yang berada di angka 5,12 persen,” ungkap Khofifah.
Ia menegaskan, capaian itu tak lepas dari sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Investasi di Jawa Timur dalam satu dekade terakhir menjadi yang tertinggi. Ini bukti kerja keras bersama, termasuk peran Forkopimda yang menjaga stabilitas dan kedamaian daerah,” tambahnya.
RMT Ario Soerjo merupakan tokoh penting dalam sejarah Jawa Timur. Ia menjabat sebagai Gubernur Jatim pada periode 1945–1947, dan sebelumnya pernah menjadi Bupati Magetan (1938–1943). Atas jasa dan pengorbanannya, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, dan namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
“Beliau bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga simbol keberanian dan keteladanan. Beliau menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah soal pengorbanan dan keberanian untuk membela kebenaran,” tutur Khofifah.
Ziarah ke makam Gubernur Suryo telah menjadi tradisi tahunan setiap peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Ini tahun keenam saya memimpin langsung apel ziarah. Bagi kami, ini bukan sekadar mengenang, tetapi meneladani,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengajak generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Mari kita bangun komitmen untuk melanjutkan perjuangan mereka, menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan pengabdian dalam setiap langkah kita,” pesannya.
Khofifah berharap, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Gubernur Suryo dapat menjadi inspirasi dalam membangun Jawa Timur yang lebih adil, makmur, dan berkeadilan sosial.
“Perjuangan beliau mudah-mudahan terus menginspirasi kita semua untuk membangun negeri ini, terutama Jawa Timur. Semoga masyarakat Magetan juga terus meneladani semangat dan dedikasi beliau,” ucapnya.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti turut menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur Khofifah.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
“Kami merasa terhormat, Magetan kembali menjadi tempat dimulainya rangkaian Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Pengorbanan Gubernur Suryo menjadi semangat bagi kami untuk terus bangkit dan berkarya,” ujar Nanik.
Sebagai wujud kepedulian dan penghormatan, di akhir acara Gubernur Khofifah menyerahkan bingkisan dan tali asih kepada lima ahli waris keluarga Gubernur Suryo, santunan kepada 10 anak yatim piatu, serta bantuan bagi 50 keluarga kurang mampu.
Ziarah di bawah langit Magetan yang sejuk itu bukan sekadar ritual, melainkan napak tilas sejarah yang menegaskan: Jawa Timur hari ini berdiri kokoh di atas pondasi perjuangan para pahlawan.
Dan di tengah arus modernisasi, semangat Gubernur Suryo akan terus menyala sebagai obor keteladanan bagi “Jatim Tangguh, Jatim Bertumbuh.”(dpr)
Editor : Redaksi