Evakuasi Diperpanjang, Tim SAR Tak Ingin Ada Satu Pun Santri Tertinggal di Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

harianmerahputih.id
Tim SAR gabungan resmi memperpanjang masa operasi pencarian dan evakuasi korban

MERAHPUTIH I SIDOARJO – Upaya pencarian korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, belum berhenti. Memasuki hari kedelapan pascabencana, Tim SAR gabungan resmi memperpanjang masa operasi evakuasi.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh di lapangan menunjukkan masih adanya titik-titik rawan yang belum sepenuhnya disisir. Direktur Operasi Basarnas Pusat, Bramantyo, menegaskan bahwa pertimbangan utama perpanjangan operasi ini adalah aspek kemanusiaan.

Baca juga: Identifikasi Jenazah Ponpes Al Khoziny Rampung, Tim DVI Polda Jatim Pastikan 63 Korban Teridentifikasi

“Kami memperpanjang masa operasi hingga hari kedelapan untuk memastikan tidak ada satu pun korban yang tertinggal di lokasi. Setiap santri yang masih dalam pencarian harus ditemukan, dan seluruh hak keluarga korban wajib terpenuhi,” ujar Bramantyo, Senin (6/10/2025).

Tim yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan, terus mengerahkan segala sumber daya yang ada. Alat berat dikerahkan bergantian, sementara pendeteksi panas (thermal detector) digunakan untuk memastikan tak ada tanda kehidupan yang terlewat di bawah puing-puing.

Di sekitar lokasi kejadian, posko utama masih beroperasi penuh. Selain menjadi pusat komando, posko juga menyediakan layanan dukungan psikologis dan logistik bagi keluarga korban serta para santri yang selamat.

“Kami memahami beratnya duka yang dirasakan keluarga. Karena itu, operasi pencarian tidak akan dihentikan sebelum semua proses tuntas secara manusiawi,” imbuh Bramantyo.

Baca juga: PWNU Jatim Gelar Tahlil Akbar untuk Santri Al-Khoziny, Gus Ipul: “Ini Bukan Akhir, Tapi Awal untuk Bangkit”

Hingga Senin pagi, tim masih fokus menyisir sejumlah titik prioritas yang sebelumnya sulit dijangkau alat berat karena kondisi struktur bangunan yang rapuh. Meski medan semakin menantang, semangat para petugas di lapangan tak surut.

Sebelumnya, masa operasi evakuasi dijadwalkan berakhir pada Minggu (5/10). Namun, lantaran masih ada laporan santri yang belum ditemukan, operasi diperpanjang satu hari penuh.

Perpanjangan ini sekaligus menjadi wujud komitmen negara dalam memastikan seluruh korban tertangani, tanpa terkecuali. Kini, semua pihak berharap agar sisa pencarian berjalan lancar dan memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menanti.(sid) 

Baca juga: Gus Ipul Dorong Audit Struktur Bangunan Pondok Pesantren: Belajar dari Musibah, Bangun Pesantren yang Lebih Aman

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru