Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Magetan, Wujud Ekonomi Berkeadilan di Jatim

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I MAGETAN  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-118 tahun 2025 di Rumah Promosi Produk IKM, Kabupaten Magetan, Minggu (5/10). Program ini menjadi langkah nyata Pemprov Jatim menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan harga bahan pokok tetap terjangkau.

Khofifah menegaskan, Pasar Murah bukan sekadar sarana menjual kebutuhan pokok dengan harga miring. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi berkeadilan yang berpihak kepada rakyat kecil.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Pasar murah ini adalah ikhtiar menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, sekaligus memastikan masyarakat, terutama yang berpenghasilan menengah ke bawah, tetap bisa mengakses bahan pangan dengan harga adil,” ujarnya.

Menurutnya, setiap kebijakan ekonomi harus menumbuhkan rasa adil bagi semua pihak. Karena itu, Pemprov Jatim merancang pasar murah dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan produsen, distributor, dan konsumen.

“Pemerintah hadir bukan hanya sebagai pengatur, tapi juga penjalin sinergi agar mekanisme harga tetap sehat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan di Magetan, sederet kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras premium dilepas Rp14.000/kg (harga pasar Rp15.166/kg), beras SPHP Rp11.000/kg (harga pasar Rp13.333/kg), gula pasir Rp14.000/kg (harga pasar Rp16.166/kg), dan minyak goreng MinyaKita Rp13.000/liter (harga pasar Rp15.900/liter). Komoditas lain seperti telur, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, dan daging ayam juga dijual lebih murah dari harga pasar dan HET.

Khofifah menilai, murahnya harga ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah. Semakin dekat akses masyarakat terhadap bahan pokok, semakin terkendali pula inflasi daerah.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Ketahanan harga adalah bagian penting dari ketahanan ekonomi. Pasar murah ini strategi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekonomi Jawa Timur,” tegasnya.

Tak hanya menekan harga, Pasar Murah juga menjadi ruang tumbuh bagi UMKM dan IKM lokal. Pemprov Jatim menggandeng pelaku usaha daerah agar produk mereka bisa dikenal luas, sekaligus menjadi bagian dari misi dagang antarprovinsi.

“Kita selalu padukan pasar murah dengan produk UKM dan IKM lokal. Ini cara memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok antar daerah,” jelasnya.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Dengan konsep ekonomi inklusif, pasar murah kini berkembang menjadi gerakan bersama yang menyeimbangkan kepentingan rakyat, pelaku usaha, dan stabilitas ekonomi daerah. Melalui program ini, Jatim menegaskan komitmennya: keadilan harga untuk semua, kesejahteraan untuk rakyat kecil.(dpr) 

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru