PWNU Jatim Gelar Tahlil Akbar untuk Santri Al-Khoziny, Gus Ipul: “Ini Bukan Akhir, Tapi Awal untuk Bangkit”

harianmerahputih.id
Menteri Sosial RI yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf

MERAHPUTIH | SURABAYA – Suasana haru menyelimuti Aula KH. M. Hasyim Asy’ari lantai 3 Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Sabtu (11/10). Ratusan jamaah berkumpul dalam satu majelis dzikir, mengikuti Khotmil Quran dan Tahlil Akbar Syuhada Santri Al-Khoziny, mengenang para santri yang wafat akibat runtuhnya mushala asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo.

Rangkaian doa dan lantunan ayat suci menggema khidmat, menandai duka sekaligus kekuatan spiritual umat. Acara yang diinisiasi PWNU Jatim itu dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Pengurus PWNU Jatim, Kiai Jawa Timur,  pengasuh Ponpes Jawa Timur termasuk pengasuh Ponpes Jawa Timur Al Khoziny Sidoarjo serta keluarga para santri korban.

Baca juga: PBNU Ganti Haluan, Gus Yahya Rotasi Lima Pejabat Kunci di Tengah Awan Polemik

Gus Ipul menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual doa, tetapi juga bentuk solidaritas nyata warga NU terhadap para korban dan keluarganya.

“Doa bersama ini adalah ikhtiar batin agar para santri yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran para kiai dan tokoh NU dari berbagai daerah di Jawa Timur menjadi bukti kuatnya ikatan spiritual dan sosial dalam menghadapi musibah ini.

“Alhamdulillah, forum ini mempertemukan banyak pihak, para kiai, pengasuh pesantren, keluarga korban, semua bersatu dalam doa. Ini wujud nyata kepedulian dan kebersamaan yang selalu dijaga oleh Nahdlatul Ulama,” tutur mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, terus memberikan atensi penuh terhadap penanganan musibah tersebut sejak awal hingga masa rehabilitasi.

Baca juga: Gus Yahya Tegas Bantah Tuduhan Kedekatan dengan Zionis, Teguh Pertahankan Mandat PBNU

“Presiden sudah memberikan perhatian besar. Dari proses evakuasi, penanganan darurat, hingga masa rekonstruksi dan rehabilitasi, semuanya akan ditangani bersama oleh kementerian terkait, Pemprov Jatim, serta pemerintah daerah setempat,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul, saat ini pemerintah memfokuskan bantuan pada perlindungan dan jaminan sosial bagi keluarga korban, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga atau mengalami luka berat.

“Yang pertama tentu perlindungan sosial. Keluarga korban yang wafat atau luka berat akan mendapatkan santunan dan jaminan sosial. Setelah itu kami dampingi dalam tahap rehabilitasi medis maupun sosial,” terangnya.

Ia juga menyampaikan perhatian khusus bagi santri yang kini menyandang disabilitas akibat tragedi tersebut.

Baca juga: Gus Yahya Pilih Bertahan, Tegaskan Mandat Muktamar Tak Bisa Diganggu

“Kami sudah berkoordinasi dengan Komisi Nasional Disabilitas untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada keluarga serta santri yang kini kehilangan anggota tubuh. Pemerintah akan menyiapkan alat bantu seperti kaki palsu, tangan palsu, tongkat, atau kursi roda sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Namun bagi Gus Ipul, bantuan fisik bukanlah tujuan akhir. Lebih penting, kata dia, adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat mampu menumbuhkan kembali semangat para santri untuk bangkit dan menatap masa depan dengan optimisme.

“Ini bukan akhir segalanya. Justru dari ujian inilah lahir kekuatan baru. Kita ingin para santri tetap semangat menuntut ilmu, berkarya, dan berprestasi. Pemerintah akan melakukan pendampingan total agar mereka bisa kembali berdiri tegak,” tegasnya.

Khotmil Quran dan Tahlil Akbar yang berlangsung hingga sore itu menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan umat. Di tengah duka mendalam, NU menunjukkan bahwa ukhuwah Islamiyah bukan hanya soal kata, melainkan tindakan nyata, menemani, menguatkan, dan mendoakan hingga luka perlahan terobati. (dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru