BBM BP 92 Kembali Mengalir di SPBU BP-AKR, Usai Kelangkaan Imbas Lonjakan Permintaan

harianmerahputih.id

MERAHPUTIHI JAKARTA — Setelah sempat absen dari pasaran selama beberapa pekan, PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) akhirnya kembali menghadirkan bahan bakar jenis BP 92 di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) miliknya. Kabar ini menjadi angin segar bagi para pengguna setia SPBU BP yang sempat kebingungan mencari alternatif di tengah kelangkaan stok beberapa waktu terakhir.

Dalam keterangan resmi di laman perusahaan yang dikutip Kamis (30/10), BP-AKR memastikan bahwa dua jenis bahan bakar kini sudah dapat kembali dinikmati oleh masyarakat, yakni BP 92 dan BP Ultimate Diesel.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Gerak Cepat Atasi Antrean Solar, Patra Niaga Diminta Pastikan Pasokan Aman

“BP-AKR menginformasikan bahwa saat ini SPBU bp melayani penjualan produk BP 92 dan BP Ultimate Diesel,” tulis perusahaan dalam pengumuman resminya.

Kembalinya pasokan BP 92 menandai pulihnya rantai suplai BBM di jaringan SPBU swasta tersebut setelah sempat terganggu akibat lonjakan permintaan yang tidak terduga. Lonjakan ini dipicu oleh pergeseran perilaku konsumen dari SPBU milik Pertamina ke jaringan swasta.

Fenomena itu terjadi usai mencuatnya kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak yang menyeret sejumlah pejabat di tubuh Pertamina. Sejak saat itu, sebagian konsumen memilih mencari alternatif bahan bakar di SPBU non-Pertamina, termasuk BP-AKR, Vivo, dan Shell.

Namun, pergeseran tersebut ternyata membawa dampak tak terduga. Lonjakan permintaan menyebabkan stok BBM di SPBU swasta menipis lebih cepat dari perkiraan, sementara ruang gerak perusahaan untuk menambah pasokan masih terbatas.

“Setiap perusahaan telah memiliki kuota impor yang ditetapkan di awal tahun. Ketika permintaan melonjak tiba-tiba, kami tidak bisa serta-merta menambah volume impor,” ungkap salah satu sumber internal industri migas, yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Kelangkaan BBM Buat Wisatawan Batal ke Komodo, Pariwisata Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun tangan menengahi persoalan ini. Ia mengizinkan perusahaan swasta untuk mengimpor BBM mentah dengan memanfaatkan kuota milik Pertamina, sebagai langkah darurat menjaga ketersediaan pasokan di dalam negeri.

“Pemerintah tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan BBM. Jadi kami membuka ruang agar perusahaan swasta bisa tetap beroperasi dengan memanfaatkan kuota yang ada,” kata Bahlil dalam pernyataannya pekan lalu.
Kebijakan itu disambut positif oleh pelaku industri migas nasional. Dengan izin tersebut, BP-AKR dan perusahaan serupa memiliki fleksibilitas lebih untuk menstabilkan distribusi bahan bakar mereka.

Kini, dengan kembalinya BP 92 ke tangki SPBU, pengguna kendaraan roda dua dan roda empat kembali bisa bernapas lega. Beberapa pengendara bahkan mengaku sengaja kembali ke SPBU BP karena kualitas BBM yang dianggap lebih stabil dan efisien.

Baca juga: Distribusi BBM Jember Berangsur Normal, Gubernur Khofifah Tinjau Langsung dan Beri Bantuan untuk Ojek Online

“Selama BP 92 kosong, saya sempat pakai merek lain. Tapi sekarang stoknya sudah ada lagi, saya langsung balik ke BP. Tarikan mesin terasa lebih enteng,” ujar Antok, salah satu pengguna mobil pribadi yang ditemui di SPBU BP kawasan Pemuda, Surabaya.

BP-AKR sendiri merupakan hasil kerja sama antara BP (British Petroleum) dan AKR Corporindo, dua entitas besar di bidang energi dan logistik. Sejak masuk ke pasar Indonesia, BP-AKR berkomitmen menghadirkan bahan bakar dengan standar internasional yang ramah lingkungan serta efisien untuk kendaraan modern.

Meski pasokan mulai pulih, tantangan distribusi BBM di Indonesia masih belum sepenuhnya selesai. Pengamat energi menilai, kejadian ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk meninjau ulang mekanisme kuota impor dan manajemen stok nasional. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru