Wagub Jatim Emil Dardak: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Ketersediaan BBM Jelang Mudik Lebaran

harianmerahputih.id
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak

MERAHPUTIH I SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus mudik Lebaran tetap aman. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying yang justru dapat mengganggu distribusi.

Hal itu disampaikan Emil usai menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama pengurus DPD serta Fraksi Partai Demokrat Jawa Timur, sekaligus kegiatan santunan anak yatim di Sekretariat DPD Partai Demokrat Jatim, Surabaya, Kamis (13/3).

Baca juga: Untag Surabaya Ajak 110 Anak Yatim Rasakan Suasana Kampus Lewat Buka Puasa dan Santunan Ramadan

Menurut Emil, pemerintah melalui Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menegaskan bahwa stok BBM secara nasional masih mencukupi. Karena itu masyarakat diminta tidak khawatir terhadap isu kelangkaan yang beredar di sejumlah daerah.

Ia menjelaskan, setiap negara memiliki sistem cadangan energi yang disimpan di berbagai fasilitas penyimpanan. Minyak yang diproduksi dari dalam bumi tidak langsung habis, melainkan disalurkan secara bertahap sesuai kapasitas produksi dan distribusi.

“Sehebat apa pun negara, baik itu Amerika maupun Saudi Arabia, mereka menyimpan minyak di tempat cadangan. Setiap hari jumlah minyak yang bisa dipompa dari perut bumi memang ada batasnya, misalnya sekian barel per hari. Tapi bukan berarti minyaknya tidak ada,” ujar Emil.

Minyak yang telah diproduksi, lanjutnya, disimpan di berbagai fasilitas penyimpanan sebelum disalurkan ke masyarakat. Namun kapasitas penyimpanan dan distribusi juga memiliki batas tertentu. Jika masyarakat membeli BBM jauh melebihi kebutuhan, maka stok yang tersedia di lapangan akan lebih cepat habis meskipun sebenarnya pasokan tetap ada.

“Kalau masyarakat membeli lebih dari yang dibutuhkan atau panic buying, ya tentu akan cepat terpakai. Padahal sebenarnya stok itu bisa terisi lagi. Hanya saja proses pengisian ulang membutuhkan waktu,” jelasnya.

Emil menambahkan, pemerintah saat ini lebih mengedepankan penertiban terhadap pola pembelian yang tidak wajar, terutama menjelang masa mudik Lebaran. Upaya ini dilakukan agar distribusi BBM tetap berjalan lancar dan merata.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memantau transaksi pembelian di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menurutnya, sistem pencatatan pelat nomor kendaraan memungkinkan operator SPBU mengetahui apabila ada kendaraan yang membeli BBM secara berulang-ulang dalam waktu singkat.

“Kalau ada yang membeli berulang-ulang, tentu akan terlihat dari pencatatan pelat nomor kendaraan. Sistem ini bisa mendeteksi apabila pembelian dilakukan secara tidak wajar,” katanya.

Baca juga: PKS Jatim Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina

Selain itu, pihak pengelola SPBU juga tidak memperbolehkan masyarakat membeli BBM menggunakan wadah-wadah yang tidak sesuai aturan. Kebijakan ini menjadi bagian dari standar operasional prosedur yang diterapkan oleh Pertamina dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Emil menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk memastikan BBM benar-benar digunakan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama menjelang meningkatnya mobilitas pada periode mudik Lebaran.

Menurutnya, potensi gangguan pasokan biasanya bukan disebabkan oleh habisnya stok BBM secara nasional, melainkan karena lonjakan permintaan yang tiba-tiba akibat kepanikan masyarakat.

“Kalau terjadi panic buying, tentu berdampak pada kelancaran logistik. Bukan berarti kita tiba-tiba tidak punya BBM, tetapi distribusinya bisa tersendat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pengiriman BBM dari depot ke SPBU membutuhkan sistem logistik yang terjadwal. Setiap hari armada pengangkut BBM sudah memiliki rute pengiriman tertentu yang disusun secara sistematis.

Baca juga: Ning Lia dan MANTRA Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, Puluhan Anak Yatim Terima Santunan di Surabaya

Jika terjadi lonjakan pembelian yang tidak terduga, maka jadwal distribusi bisa terganggu karena armada pengangkut harus menyesuaikan kembali pengiriman ke berbagai wilayah.

“Mengirim BBM itu tidak mudah. Ada truk tangkinya, armadanya juga terbatas. Mereka sudah mengatur rute, hari ini kirim ke mana, besok ke mana. Kalau pembelian melebihi kewajaran, tentu transportasi logistiknya bisa terganggu,” kata Emil.

Karena itu, ia kembali mengingatkan masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan saja. Dengan demikian, distribusi tetap berjalan lancar dan seluruh masyarakat dapat memperoleh pasokan energi secara merata selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.

Emil optimistis dengan koordinasi antara pemerintah pusat, Pertamina, serta pihak terkait lainnya, kebutuhan BBM masyarakat selama periode Lebaran dapat terpenuhi dengan baik. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak terpancing isu yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.(pps)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru