Ning Lia Dorong Kesehatan Mental Anak Jadi Prioritas Nasional

harianmerahputih.id
Anggota DPD RI, Lia Istifhama

MERAHPUTIH I SURABAYA – Isu kesehatan mental anak kembali menjadi perhatian serius. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan bahwa kesehatan mental anak harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kebijakan nasional, khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ning Lia, sapaan Lia Istifhama pada Senin (13/04), menanggapi langkah Kemenkes yang tengah menyusun buku saku edukatif untuk anak-anak. Ia menilai, inisiatif tersebut merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan berbagai gangguan kesehatan sejak dini, termasuk gangguan belajar dan kesehatan mental.

Baca juga: Reuni Mafash UINSA Satukan Alumni Lintas Generasi dalam Nuansa Hangat

“Kami mengapresiasi langkah Kemenkes. Namun, perlu ada penguatan kolaborasi lintas kementerian agar program ini berjalan lebih efektif dan menyeluruh,” ujarnya.

Menurut Ning Lia, keberhasilan program edukasi tersebut tidak bisa berdiri sendiri. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kemenkes dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terutama dalam menyusun materi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu merangsang kreativitas dan pola pikir anak.

Ia bahkan mengusulkan agar buku edukasi tersebut dapat menjadi sarana pengembangan ide dan imajinasi anak. “Anak-anak perlu didorong untuk memiliki mimpi yang realistis dan terarah. Buku itu harus menjadi media brainstorming yang menyenangkan,” tambahnya.

Dalam kunjungannya ke klinik gangguan belajar di RS Menur Surabaya, Ning Lia menemukan berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak saat ini. Mulai dari gangguan belajar hingga trauma akibat perundungan dan pelecehan seksual.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut mencerminkan kompleksitas tantangan yang dihadapi generasi muda. “Ada anak yang bercita-cita menjadi hacker, tetapi ada juga yang harus berjuang dengan trauma akibat kekerasan. Ini menjadi alarm bagi kita semua,” katanya.

Untuk itu, Ning Lia mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan mental anak, termasuk penambahan tenaga medis dan pengembangan pusat layanan khusus seperti child and adolescent health center di berbagai daerah.

Baca juga: Biaya Haji 2026 Turun, DPD RI Nilai Bukti Keberpihakan Negara pada Jemaah

“Pendampingan yang tepat sangat dibutuhkan agar anak dapat tumbuh dengan kemampuan berpikir rasional dan sehat,” tegasnya.

Di sisi lain, Ning Lia juga menyoroti masih minimnya fasilitas kesehatan yang berfokus pada kesehatan mental. Kondisi ini, menurutnya, tidak lepas dari stigma negatif yang masih berkembang di masyarakat terhadap isu kesehatan jiwa.

Akibatnya, layanan kesehatan mental belum menjadi prioritas di banyak institusi kesehatan.

Lebih lanjut, Ning Lia mengungkapkan bahwa sekitar 24 hingga 46 persen persoalan kesehatan mental anak dipengaruhi oleh faktor keluarga, termasuk pola asuh dan konflik dalam rumah tangga.

Baca juga: Lia Istifhama Soroti Pentingnya Stabilitas Bahan Pokok di Tengah Gejolak Global

Karena itu, ia menilai perlu adanya keterlibatan aktif dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dalam upaya penanganan masalah ini.

“Pendekatan yang komprehensif harus melibatkan sektor keluarga. Tanpa itu, penanganan tidak akan maksimal,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya meningkatkan kesehatan mental anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi erat antara sektor kesehatan, pendidikan, dan keluarga untuk menciptakan generasi yang sehat, baik secara fisik maupun mental.

Dorongan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa investasi pada kesehatan mental anak merupakan fondasi penting bagi masa depan bangsa.(pps) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru