MERAHPUTIH I JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah terus mematangkan kesiapan logistik jemaah haji, dengan fokus pada distribusi koper yang menjadi perlengkapan krusial menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Direktur Pengawasan Haji Reguler, Rudi Nurudin Ambary, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah penyedia koper. Langkah ini dilakukan guna memastikan proses produksi hingga distribusi berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca juga: Arab Saudi Perketat Akses ke Makkah Jelang Haji 1447 H, Tanpa Izin Dilarang Masuk
Menurut Rudi, penyedia koper jemaah haji berasal dari maskapai yang melayani penerbangan haji, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Keterlibatan maskapai ini diharapkan mampu menjamin kelancaran distribusi perlengkapan kepada seluruh jemaah.
“Sidak ini penting untuk memastikan koper dapat diterima jemaah tepat waktu,” ujarnya.
Baca juga: Calon Jemaah Haji 2026 Diminta Lebih Cermat, Ini Daftar Barang Terlarang yang Wajib Diketahui
Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan merupakan bagian dari langkah intensif Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam menjaga kualitas serta ketepatan distribusi perlengkapan.
Sejak 13 April 2026, proses monitoring terhadap penyedia koper terus dilakukan dan akan berlanjut hingga seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi. Pemerintah menilai, kesiapan logistik menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji tahun ini.
Baca juga: Pemberangkatan Haji 2026 Dimulai, Jemaah Kloter Awal Tiba di Asrama Haji Surabaya 21 April
Dengan pengawasan yang semakin diperketat, pemerintah optimistis distribusi koper maupun perlengkapan lainnya dapat berjalan lancar. Upaya ini sekaligus diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah Indonesia dalam mempersiapkan keberangkatan menuju Tanah Suci.(red)
Editor : Redaksi