MERAHPUTIH I BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan PT Sunrise Masami Internasional di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/7). Kehadiran pabrik kemasan logam hasil kolaborasi dengan Sunrise Group China itu diyakini akan memperkuat industri substitusi impor sekaligus mendorong hilirisasi sektor perikanan, makanan, dan minuman.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita bersama jajaran perusahaan serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Khofifah juga meninjau proses produksi, mulai dari pencetakan hingga laminasi kaleng.
Baca juga: Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi, Perkuat Pendidikan dan Nasionalisme
Menurut Khofifah, investasi tersebut menjadi kabar baik bagi penguatan industri nasional karena produk kaleng yang selama ini masih bergantung pada impor kini mulai diproduksi di dalam negeri.
"PT Sunrise Masami Internasional akan memperkuat industri substitusi impor, terutama produk kemasan logam yang selama ini masih diimpor," ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan pabrik juga sejalan dengan konsep hilirisasi "petik, olah, kemas, jual" yang selama ini didorong untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan produk pangan sebelum dipasarkan, termasuk untuk ekspor.
Baca juga: Disdik Jatim Pastikan SPMB SMA/SMK Negeri Bebas Pungutan
Khofifah turut mengapresiasi komitmen perusahaan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal Banyuwangi. Langkah itu dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian daerah.
Sementara itu, Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho mewakili Direktur PT Sunrise Masami Internasional mengatakan, pembangunan pabrik merupakan bagian dari upaya menjadikan Banyuwangi sebagai gerbang industri baru di Indonesia.
Baca juga: Kloter Terakhir Tiba, Khofifah Siapkan Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji 2027
Pabrik tersebut dibangun melalui skema joint venture dengan Sunrise Group, produsen kemasan logam asal China yang memproduksi sekitar 13 miliar kaleng per tahun dan memasok berbagai merek global. Saat ini sekitar 90 persen produk yang dihasilkan ditujukan untuk pasar ekspor di Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara.
Chairman Sunrise Group Eric Lam Wing Po berharap investasi tersebut menjadi awal kerja sama jangka panjang dengan Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur nasional dan ekspor dari Banyuwangi.(red)
Editor : Redaksi