Culture Night Cross Culture Festival 2026 Satukan Ragam Budaya di Surabaya

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) Ke-17 Tahun 2026 kembali menghadirkan kemeriahan di Kota Surabaya. Puncak acara bertajuk Culture Night yang digelar di Balai Pemuda, Sabtu (11/7/2026) malam, dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan seni dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Beragam penampilan tari, musik, teater, dan kuliner tradisional menjadi daya tarik utama festival yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya tersebut. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus memperkuat pertukaran budaya antarbangsa.

Baca juga: MPLS Surabaya Fokus Bentuk Karakter, Edukasi Anti Narkoba hingga Keamanan Digital

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan Cross Culture Festival menjadi wujud komitmen Surabaya sebagai kota modern yang tetap menjaga identitas budaya dan keberagaman.

"Surabaya ingin menjadi kota yang maju tanpa meninggalkan akar budayanya. Keberagaman harus menjadi kekuatan bersama," ujarnya.

Baca juga: ALTI Cetak Race Director dan Pelatih Bersertifikat, Perkuat Standar Keselamatan Lari Trail Nasional

Selama tiga hari pelaksanaan, para delegasi mengikuti berbagai agenda, mulai dari wisata Kota Lama, susur Sungai Kalimas, workshop, pameran film, hingga pementasan massal Tari Remo dan Yosakoi. Menurut Lilik, kegiatan tersebut juga membuka ruang kreatif bagi para seniman dan generasi muda untuk tampil di tingkat internasional.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim, menjelaskan festival tahun ini melibatkan 14 delegasi dari dalam dan luar negeri. Delegasi internasional berasal dari Xiamen (Tiongkok), India, Thailand, Jerman, termasuk kolaborasi seniman Indonesia-Jerman dan mahasiswa asing ITS. Sementara peserta nasional datang dari DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Selatan, Bali, Mojokerto, Malang, serta sanggar seni Kota Surabaya.

Baca juga: Untag Surabaya Perkuat Jejaring Global Lewat Kuliah Tamu di Thailand

Menurutnya, tingginya animo masyarakat terlihat sejak rangkaian kegiatan di Kota Lama Surabaya hingga Culture Night. Selain menjadi ajang pertunjukan seni, festival ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi pariwisata dan memperkuat kerja sama Sister City dengan berbagai negara.

Salah satu penampil, Shakira Martandjelika, penari asal Bali yang kini menetap di Surabaya, menilai festival lintas budaya memiliki peran penting dalam mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Ia berharap semakin banyak anak muda yang mencintai budaya lokal sekaligus menghargai keberagaman budaya dari berbagai daerah maupun negara.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru