Persebaya Tak Larut dalam Euforia, Bernardo Tavares Fokus Benahi Tim Menuju Musim Baru

harianmerahputih.id
pelatih Bernardo Tavares

MERAHPUTIH I SURABAYA — Persebaya Surabaya memulai perjalanan di Grup B Piala Presiden 2026 dengan hasil manis usai menundukkan Persija Jakarta 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7) malam. Meski mengamankan tiga poin di laga pembuka, pelatih Bernardo Tavares menegaskan kemenangan tersebut bukan alasan bagi timnya untuk cepat merasa puas.

Pelatih asal Portugal itu menilai hasil positif atas Persija hanyalah satu tahapan dalam proses panjang membangun skuad yang lebih solid untuk menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Menurutnya, Green Force masih berada pada fase awal persiapan sehingga masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Baca juga: Debut Bersama PERSIB, Ikhwan Ali Tanamal Siap Buktikan Diri di Tengah Persaingan Ketat

Kemenangan Persebaya ditentukan melalui gol bunuh diri pemain Persija pada menit ke-64. Gol bermula dari tekanan agresif yang dilakukan Alex Martins kepada lini pertahanan Macan Kemayoran. Pressing tinggi tersebut membuat pemain belakang Persija melakukan kesalahan sehingga bola justru masuk ke gawang sendiri.

Hasil tersebut sekaligus menjadi modal berharga bagi Persebaya yang sedang mematangkan komposisi tim. Namun, bagi Tavares, kemenangan itu belum mencerminkan kemampuan terbaik anak asuhnya.

"Kami baru menjalani sekitar tiga pekan masa persiapan dan ini baru pertandingan kedua kami, menghadapi salah satu tim terbaik di Indonesia. Karena itu saya melihat masih banyak ruang untuk berkembang. Namun, saya senang karena tim bermain dengan kompak dan menunjukkan organisasi permainan yang baik," ujar Bernardo Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.

Menurutnya, kekompakan dan disiplin taktik yang diperlihatkan para pemain menjadi nilai positif yang patut dipertahankan. Meski demikian, ia menilai masih ada sejumlah aspek, baik dalam menyerang maupun bertahan, yang harus terus diperbaiki agar performa tim semakin konsisten.

Pelatih berusia 46 tahun itu juga menyoroti pentingnya pengalaman bertanding di awal masa persiapan. Baginya, dua pertandingan yang telah dijalani Persebaya memberikan banyak pelajaran karena dimainkan dengan tempo tinggi dan menghadirkan tekanan layaknya pertandingan kompetisi resmi.

Ia menyebut pengalaman tersebut sangat berguna untuk mempercepat adaptasi para pemain, terutama mereka yang baru bergabung dengan skuad musim ini.

"Dua pertandingan pertama dengan intensitas seperti ini menjadi pengalaman yang sangat baik bagi tim. Ini bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas permainan kami," katanya.

Baca juga: Persija Gagal Raih Poin Perdana, STY Soroti Minimnya Waktu Persiapan

Bernardo mengakui duel melawan Persija berlangsung jauh lebih keras dibandingkan pertandingan pramusim pada umumnya. Intensitas permainan yang tinggi bahkan membuat tim pelatih harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah rencana yang sebelumnya telah disiapkan.

Salah satunya berkaitan dengan pergantian pemain. Tavares mengungkapkan dirinya telah menyusun skenario rotasi sejak awal pertandingan. Namun perkembangan di lapangan memaksanya mengubah keputusan demi menjaga keseimbangan permainan tim.

"Pertandingan ini berlangsung dengan intensitas yang sangat tinggi. Untuk ukuran laga pramusim, intensitasnya bahkan cukup mengejutkan. Awalnya saya sudah menyiapkan beberapa pergantian pemain, tetapi karena tempo pertandingan sangat tinggi, saya harus menyesuaikan rencana tersebut," ungkapnya.

Menurut Tavares, kondisi tersebut justru menjadi gambaran bahwa para pemain mampu menghadapi tekanan pertandingan dengan baik. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa aspek kebugaran fisik, koordinasi antarlini, hingga efektivitas penyelesaian akhir masih perlu terus diasah sebelum kompetisi resmi bergulir.

Baca juga: Persija Jadikan Kekalahan dari Persebaya Sebagai Bekal Evaluasi, Rio Fahmi Yakin Tim Terus Berkembang

Pelatih yang dikenal disiplin itu juga menekankan bahwa Piala Presiden menjadi momentum penting untuk mengukur perkembangan tim sekaligus mengevaluasi berbagai kekurangan. Oleh karena itu, setiap pertandingan akan dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan identitas permainan Persebaya.

Ia berharap kemenangan atas Persija mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain tanpa membuat mereka terlena. Fokus utama tim pelatih, kata dia, tetap mengarahkan skuad agar tampil lebih matang ketika Liga 1 musim 2026/2027 dimulai.

"Kemenangan ini tentu penting untuk membangun kepercayaan diri. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kami terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Sekarang tugas kami adalah terus membangun tim agar semakin kuat menghadapi kompetisi nanti," tutup Bernardo Tavares.

Dengan tambahan tiga poin di laga pembuka, Persebaya memiliki modal positif untuk melanjutkan persaingan di Grup B Piala Presiden 2026. Namun, sesuai penegasan sang pelatih, perjalanan Green Force masih panjang dan proses membangun tim belum selesai. Konsistensi performa serta peningkatan kualitas permainan akan menjadi fokus utama sebelum memasuki ketatnya persaingan musim baru.

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru