Surabaya Sosialisasikan Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Jadi Fondasi Karakter Anak

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA  – Pemkot Surabaya menggencarkan sosialisasi program Wajib Belajar 13 Tahun dengan menekankan pentingnya pendidikan prasekolah bagi anak usia 5–6 tahun. Program ini memperkuat kesiapan anak memasuki jenjang sekolah dasar melalui pembelajaran yang menyenangkan dan pembentukan karakter sejak dini.

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengatakan tambahan satu tahun pendidikan prasekolah menjadi pembeda dari skema wajib belajar 12 tahun sebelumnya. Pada tahap ini, anak dikenalkan pada kemampuan bersosialisasi, berbagi, serta beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui metode bermain sambil belajar.

Baca juga: Proyek Pengendalian Banjir Surabaya Capai 90 Persen, Ditarget Rampung November

Menurut Rini, pendidikan anak usia dini (PAUD) bukan sekadar tempat bermain, melainkan fase penting dalam perkembangan anak. Pembelajaran tidak dititikberatkan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara intensif, tetapi pengenalan huruf dan angka secara bertahap sekaligus penguatan karakter.

Pemkot Surabaya juga mendata anak usia 5–6 tahun yang belum mengakses pendidikan prasekolah melalui jaringan kecamatan dan kelurahan. Kendala biaya, transportasi, hingga kebutuhan anak berkebutuhan khusus menjadi perhatian. Bantuan beasiswa PAUD disalurkan melalui program Kampung Pancasila, sedangkan warga non-KTP Surabaya dapat difasilitasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca juga: AMN Surabaya Rayakan Sumpah Pemuda, 38 Provinsi Bersatu dalam Balutan Baju Adat

Inovasi pembelajaran turut dikembangkan melalui program Kamis Mlipis, yang mengenalkan bahasa Jawa dan pakaian adat setiap Kamis, serta pembelajaran bahasa Inggris sederhana.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menambahkan, pembelajaran PAUD dirancang secara holistik dengan melibatkan 19 perangkat daerah. Anak-anak mendapat pengalaman belajar di luar kelas, mulai dari kunjungan ke markas pemadam kebakaran hingga edukasi pertanian dan perikanan.

Baca juga: Eri Cahyadi Dorong Pemuda Surabaya Jadi Penggerak Ekonomi Kampung

Pemkot juga memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pelatihan deteksi dini kebutuhan khusus, insentif jasa pelayanan, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Bunda PAUD.

Melalui program ini, Pemkot Surabaya menargetkan pendidikan prasekolah menjadi fondasi bagi anak untuk tumbuh, beradaptasi, dan melanjutkan pendidikan dasar dengan lebih siap.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru