MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemkot Surabaya memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan melalui dukungan anggaran untuk kegiatan produktif, pengembangan usaha, dan penguatan Kampung Pancasila.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemuda harus menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing, bukan sekadar penonton pembangunan. Hal itu disampaikannya seusai upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (28/10/2026).
Menurut Eri, dukungan pemerintah diberikan agar gagasan anak muda, termasuk yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemuda, dapat diwujudkan menjadi kegiatan nyata.
“Kota Surabaya ini milik para pemuda. Mereka tidak boleh berhenti dan tidak boleh hanya menjadi penonton,” ujarnya.
Sejumlah inisiatif mulai berkembang di tingkat kampung melalui Karang Taruna dan kegiatan balai RW. Anak muda mengembangkan usaha penyediaan telur hingga penjualan parfum dan deodoran. Mereka juga menggelar pemutaran film layar tancap yang membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.
Eri berharap aktivitas tersebut mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui kebersamaan, kerukunan, dan kepedulian sosial.
“Anak-anak muda bisa bergerak bersama, saling membantu, menjaga kerukunan, dan peduli dengan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, Pemkot Surabaya juga mengajak generasi muda menjaga keamanan lingkungan dan menjauhi narkoba. Komitmen itu menjadi bagian dari ikrar yang dibacakan 24 pemuda dan pemudi dalam upacara peringatan tahun ini.
Eri menilai, keterlibatan anak muda diperlukan untuk mendukung perubahan sosial, termasuk dalam penanganan persoalan di kawasan Jalan Kunti. Upaya penertiban, menurutnya, perlu diiringi kegiatan positif yang membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri.
Ia menegaskan, pemerintah harus berjalan bersama pemuda dalam menyiapkan masa depan kota. Dukungan terhadap usaha produktif dan kegiatan sosial diharapkan terus diperluas agar generasi muda berdaya sekaligus memperkuat persatuan warga.
“Pemuda adalah pemilik masa depan. Tugas pemerintah adalah menyiapkan dan bergerak bersama mereka agar masa depan kota ini jauh lebih baik daripada hari ini. Sebab, masa depan tanpa kemanusiaan tidak akan ada artinya,” tegasnya.(sub)
Editor : Redaksi