AMN Surabaya Rayakan Sumpah Pemuda, 38 Provinsi Bersatu dalam Balutan Baju Adat

MERAHPUTIH I SURABAYA – Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sebagai momentum memperkuat persatuan dan kepedulian lintas daerah. Sebanyak 442 peserta mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat Nusantara di Lapangan Upacara AMN Surabaya, Rabu (28/10).

Direktur Eksekutif AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika, bertindak sebagai pembina upacara. Ia menegaskan, keberagaman mahasiswa dari 38 provinsi merupakan gambaran nyata bahwa perbedaan budaya dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.

Menurut Dhian, semangat Sumpah Pemuda tahun ini yang mengangkat nilai patriotisme, kegigihan, dan empati harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sebatas seremoni.

“Mahasiswa di AMN Surabaya berasal dari berbagai daerah dengan suku dan budaya berbeda. Namun, kita dipersatukan oleh Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Pesan solidaritas juga ditunjukkan Dhian melalui pakaian adat Dayak yang dikenakannya. Pilihan tersebut menjadi simbol empati kepada masyarakat Kalimantan yang tengah menghadapi bencana kebakaran hutan.

Ia berharap semangat kebangsaan mendorong generasi muda untuk saling mendukung ketika masyarakat di berbagai daerah menghadapi kesulitan.

Usai upacara, peringatan dilanjutkan dengan lomba fashion show pakaian adat Nusantara yang diikuti 13 kelompok. Para peserta tidak hanya memperagakan busana tradisional, tetapi juga menjelaskan filosofi dan sejarah di balik pakaian yang mereka kenakan.

Panitia memberikan penghargaan untuk kategori pakaian adat terbaik, mulai dari juara pertama hingga ketiga, serta kategori Best Narrator. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan toleransi.

Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur asal Gorontalo, Zulfan Anugrah Tohopi, menilai Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya menghormati perbedaan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

Ia juga mengajak generasi muda terus berkreasi dan menghasilkan karya yang berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, AMN Surabaya berharap mahasiswa dari berbagai latar belakang semakin memperkuat persaudaraan, menjaga warisan budaya, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Nilai persatuan diharapkan tidak hanya hidup di lingkungan asrama, tetapi juga diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.(pps)

Editor : Redaksi