MERAHPUTIH I SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak generasi muda, khususnya pelajar, untuk lebih memahami dunia politik dan tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Lia saat menghadiri kegiatan DPD RI Go to School 2026 di SMAN 16 Surabaya, Rabu (4/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-22 DPD RI yang diisi dengan berbagai agenda sosial dan edukasi kepada masyarakat.
Baca juga: SIKAP dan Bantuan Afirmasi Jadi Fokus Kunjungan Khofifah ke Probolinggo
Dalam kesempatan tersebut, Lia hadir bersama Kepala SMAN 16 Surabaya Sunawan Hadi Santoso dan Kepala Kantor Perwakilan DPD RI Jawa Timur M Hidayat. Mereka berinteraksi langsung dengan para siswa untuk mengenalkan peran, fungsi, serta ruang lingkup kerja DPD RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah.
Lia menegaskan, pelajar perlu memiliki pandangan positif terhadap politik. Sebab, mereka bukan sekadar generasi penerus, melainkan bagian penting yang akan menentukan keberlangsungan demokrasi Indonesia.
"Generasi muda harus melek politik, memiliki optimisme terhadap politik, dan jangan sampai apatis. Mereka perlu memahami bahwa dirinya merupakan bagian penting dalam keberlanjutan demokrasi," ujar Lia.
Ia menjelaskan, pemahaman politik tidak cukup hanya mengenal lembaga legislatif secara umum. Para siswa juga perlu mengetahui perbedaan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga negara, termasuk DPD RI yang memiliki peran dalam memperjuangkan kepentingan daerah.
Selain itu, Lia mendorong para pelajar agar membiasakan diri berpikir kritis terhadap berbagai persoalan publik, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
"Anak-anak harus mampu berpikir kritis terhadap persoalan maupun kebijakan yang ada, sehingga bisa ikut menguatkan kemaslahatan bangsa dan negara," tambahnya.
Kegiatan tersebut juga memiliki makna personal bagi Lia. Pasalnya, SMAN 16 Surabaya merupakan bagian dari perjalanan pendidikannya sebelum berkiprah di dunia politik dan menjadi anggota DPD RI.
Lia mengaku bangga bisa kembali ke sekolah yang pernah membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinannya. Menurutnya, masa sekolah menjadi salah satu fase penting untuk membangun semangat berkarya, terus belajar, serta mengembangkan keterampilan diri.
"Saya bangga sebagai alumni SMA 16 Surabaya. Di sekolah ini saya mendapatkan proses penting dalam kehidupan, terutama semangat untuk berkarya, terus belajar, mengasah kemampuan, dan membangun keterampilan kepemimpinan," tuturnya.
Ia berharap para siswa SMAN 16 Surabaya dapat tumbuh menjadi generasi unggul dan berdaya saing. Lia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah beserta seluruh tenaga pendidik yang terus berupaya menjaga kualitas pendidikan.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan DPD RI Jawa Timur M Hidayat menjelaskan, program DPD RI Go to School dirancang untuk mendekatkan lembaga negara tersebut kepada masyarakat, terutama kalangan pelajar yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Baca juga: SIKAP Libatkan 1.548 Sekolah di Jatim, Khofifah Dorong Siswa Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
Menurutnya, pengenalan lembaga DPD RI sejak bangku sekolah penting agar generasi muda tidak hanya mengenal DPR, tetapi juga memahami keberadaan dan fungsi DPD RI serta peran para senator dari daerah pemilihannya.
"Anak-anak SMA 16 ini nantinya menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman politik, khususnya mengenai DPD RI dan anggota DPD yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur," jelas Hidayat.
Ia berharap kegiatan edukasi tersebut dapat meningkatkan kedekatan antara lembaga DPD RI dengan generasi muda sekaligus mendorong partisipasi politik yang lebih berkualitas.
Kepala SMAN 16 Surabaya Sunawan Hadi Santoso menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kehadiran anggota DPD RI di lingkungan sekolah memberikan pengalaman edukatif sekaligus membuka wawasan siswa mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia.
Sunawan mengakui, selama ini pemahaman sebagian pelajar mengenai lembaga legislatif masih lebih banyak tertuju pada DPR. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan mengenal lebih jauh posisi dan fungsi DPD RI.
"Kami merasa bangga sekaligus terpacu dengan kehadiran DPD RI. Anak-anak bisa lebih memahami apa itu DPD dan bagaimana kedudukannya. Apalagi Ning Lia merupakan alumni SMAN 16 Surabaya, sehingga kehadirannya juga menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa," ungkapnya.
Baca juga: Khofifah Ajak 6.000 Anak Tanamkan Nilai Religius dan Nasionalisme Sejak Dini
Ketua OSIS SMAN 16 Surabaya Nailah Ismaulia Putri, siswi kelas XI-10, juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program DPD RI Go to School memberikan pengetahuan baru bagi siswa yang selama ini belum banyak memahami struktur kelembagaan, tugas, serta kewenangan DPD RI.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat lembaga perwakilan daerah sekaligus memahami perannya dalam sistem demokrasi Indonesia.
"Acara ini bisa membuka wawasan teman-teman yang hadir, terutama bagi yang belum mengenal seperti apa struktur DPD RI, termasuk tugas dan wewenangnya. Dengan adanya kegiatan ini, kami jadi lebih memahami DPD RI," kata Nailah.
Nailah juga menyoroti sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang kepada siswa untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, kesempatan tersebut penting agar suara pelajar dapat ikut diperhatikan dalam pembahasan berbagai persoalan yang sedang berkembang di Indonesia.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai informasi semata, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Insyaallah, kalau kita mengambil hal-hal baik dari acara ini, kegiatan tersebut bisa bermanfaat bagi kita semua," ujarnya.
Program DPD RI Go to School menjadi salah satu upaya memperluas pendidikan politik di kalangan pelajar. Melalui pengenalan lembaga perwakilan daerah dan ruang dialog langsung, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pemilih pada Pemilu 2029, tetapi juga tumbuh sebagai pemilih yang kritis, cerdas, dan memahami pentingnya demokrasi.(pps)
Editor : Redaksi