MERAHPUTIH I JAKARTA – Transformasi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada 2026 dirangkum dalam buku berjudul Haji 2026: Wajah Baru Haji Indonesia. Buku terbitan Haji dan Umrah Press tersebut mendokumentasikan perubahan tata kelola haji sejak keberangkatan jemaah dari Tanah Air hingga kembali ke Indonesia.
Kehadiran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sejak 8 September 2025 menjadi awal perubahan kelembagaan penyelenggaraan haji. Di bawah kepemimpinan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak, sejumlah pembenahan dilakukan, mulai dari penurunan biaya haji, pemerataan antrean, penguatan standar kesehatan hingga pembukaan embarkasi baru.
Baca juga: Kemenhaj Siapkan 50 Tenaga Pendukung, Ketelitian Dokumen Jadi Kunci Keberangkatan Haji 2027
Perbaikan layanan juga dilakukan di Arab Saudi melalui peningkatan kualitas hotel, standar transportasi bus, penyediaan konsumsi siap saji (Ready-To-Eat), layanan kesehatan satelit, serta fasilitas khusus bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Ketua Tim Penyusun Buku, Akhmad Fauzin, mengatakan karya tersebut disusun sebagai referensi komprehensif bagi penyelenggara, praktisi, akademisi, dan masyarakat yang ingin memahami penyelenggaraan haji.
Baca juga: Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
“Buku ini semacam menjadi buku induk. Isinya mencakup lengkap penyelenggaraan haji sehingga tepat untuk dijadikan referensi,” ujar Fauzin di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj RI itu menambahkan, buku tersebut dilengkapi data, infografik, dan dokumentasi foto agar informasi lebih mudah dipahami publik.
Baca juga: Kemenhaj Tetapkan Jadwal Haji 2027, Jemaah Masuk Asrama 10 April
Selain menjadi catatan sejarah penyelenggaraan haji perdana di bawah Kemenhaj, penerbitan buku ini diharapkan memperkuat transparansi sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia pada masa mendatang.(red)
Editor : Redaksi