Diduga Melakukan Penganiayaan, Saddil Terancam Dipecat Bhayangkara FC

harianmerahputih.id
TEMPRAMEN: Saddil Ramdani bersam coach Paul Munster. Foto: Instagram Bhayangkara FC

MERAHPUTIH| JAKARTA- Saddil Ramdani teracam dipecat dari tim Bhayangkara FC (BFC). Pemain kelahiran Muna, Sulawesi Tenggara itu terlibat penganiayaan pada 27 Maret lalu. Penganiayaan terjadi di Kota Kendari. Kasusnya kini ditangani oleh Polres Kendari.

Dinukil dari website resmi BFC, Manajer tim AKBP I Nyoman Yogi Hermawan mengatakan, pihaknya menyerahkan proses hukum Saddil yang juga pernah memperkuat Persela Lamongan itu ke Polres Kendari. “Kami tunggu proses penyelidikannya setelah itu kami akan melakukan rapat dengan manajemen,” tegas Nyoman Yogi.

Baca juga: Marselino Absen di SEA Games 2025, Timnas U-22 Bergerak Cepat Siapkan Pengganti

Andaikan nantinya Saddil lepas dari hukum, sanksi klub juga membayangi pemain yang biasa beroperasi di sayap kiri ini. Menurut Pasal 12 poin 2.a dalam kontrak pemain Bhayangkara FC, kontrak Saddil bisa berakhir jika ia terjerat hukum  atau terbukti melakukan pidana.

Baca juga: Sambut Era Baru Sepak Bola Indonesia, PT LIB Perkenalkan Identitas Anyar: ILeague

Sebelumnya, pada Novermber 2018, Saddil juga pernah dilaporkan atas kasus serupa. Saat itu, ia dilaporkan Anugerah Sekar Rukmi, (17), ke Polres Lamongan. Saat itu, Saddil bahkan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pelapor akhirnya mencabut laporan.

Saddil merupakan pemain didikanAji Santoso International Football Academi (ASIFA) Malang. Aji. Berkat tangan dingin Aji, Saddil menjadi pemain langganan tim nasional. Mulai dari kelompok umur hingga timnas senior. Karir profesional pertama Saddil adalah bergabung dengan Persela Lamongan. Ia lalu berlabuh di Pahang FA. Musim 2020, Saddil bergabung dengan tim milik Polri, Bhayangkara FC. (ono/red)

Baca juga: Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru