MERAHPUTIH| SURABAYA-Musim perdana Evan Dimas di Persija Jakarta sebenarnya berjalan dengan mulus. Dia berturut-turut mencetak gol dalam dua pertandingan. Yaitu ketika Persija mengalahkan Barito Putera dan menahan seri Bhayangkara FC. Tapi, tren apik penampilan gelandang yang baru saja melepas masa lajang itu harus terhenti. Pandemi Covid-19 membuat kompetisi Liga 1 musim 2020 berhenti dan belum jelas kapan bergulir lagi. Evan memilih pulang kampung ke Surabaya.
Kegiatan mantan Kapten timnas U-19 banyak dihabiskan dengan keluarga. “Ya, namanya pengantin baru jadi kemana-mana pasti sama istri,” ungkap Evan. Baru dua bulan Evan menikahi Dewi Zahra, pujaan hatinya. Planning Evan membawa istrinya ke Jakarta. Di ibukota Indonesia itu, rencananya Zahra juga akan mengembangkan bisnis.
Baca juga: Arema Jadi Batu Uji Berikutnya, Mauricio Souza Siapkan Macan Kemayoran dengan Ketelitian Militer
Tapi, untuk sementara waktu planning ditunda. “Ya, bagaimana lagi. Terpaksa sementara di rumah dulu,” urai Arek Ngemplak, Lakarsantri itu. Di rumah Evan tidak berdiam diri. Selain menjaga kondisi dengan latihan mandiri, Evan juga kerap mengunggah kebersamaan bersama keluarga di media sosial. Zahra kebetulan sering terlihat di rumah keluarga Evan. “Istri memang sering di Ngemplak. Biar makin akrab dengan keluarga,” jelas Evan.
Baca juga: PSSI Akhiri Era Patrick Kluivert, Tutup Satu Bab Baru untuk Timnas Indonesia
Dalam satu unggahan di media sosial, Evan juga terlihat berolahraga selain sepak bola. Ia terlihat bermain tenis meja. Dia memang dikenal cukup piawai ketika bermain tenis meja. Dulu semasa masih memperkuat Bhayangkara FC, Evan sering bermain tenis meja dengan rekannya di Timnas U-19, Ilhamudin Armayn.
Pada kesempatan lain, Evan juga pernah mengirim fotonya ke harianmerahputih.id ketika ia menjemur padi. Evan ketika itu mengatakan, membantu orangtuanya yang kebetulan tengah panen padi. Kata Evan, kegiatan itu bukanlah hal baru bagi dia. Sebelum menjadi bintang sepak bola, Evan sudah kenyang pengalaman dalam membantu pekerjaan orangtuanya. Jadi, Evan sama sekali tidak canggung ketika membantu orangtuanya menjemur padi. “Istilahnya sambil berjemur dan olahraga. Manfaatnya banyak. Bisa keluar keringat juga dan membunuh virus Corana,” ungkapnya.
Satu lagi menurut Evan yang tidak bisa dibeli adalah kebersamaan dengan keluarga. “Jadi saya ambil hikmah positifnya saja. Ketika kompetisi berhenti saya bisa menikmati waktu dengan keluarga. Mensyukuri nikmat bersama keluarga adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Apalagi saya masih pengantin baru. Jadi dinikmati saya,” urai Evan serasa tersenyum. (*)
Editor : Eko Yudiono