Persebaya Akhiri Paceklik Kemenangan, Tavares: Ini Buah Kerja Keras Tim

Bernardo Tavares saat memberikan instruksi di laga Persebaya melawan Malut United. (Persebaya)
Bernardo Tavares saat memberikan instruksi di laga Persebaya melawan Malut United. (Persebaya)

MERAHPUTIH I TERNATE - Kemenangan penting akhirnya diraih Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas Malut United dalam lanjutan pekan ke-29 Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis (23/4) malam, Bajol Ijo tampil efektif dan menutup laga dengan skor meyakinkan 2-0.

Hasil ini menjadi titik balik bagi Persebaya setelah sempat terpuruk dalam dua laga sebelumnya. Tak heran jika pelatih Bernardo Tavares mengaku lega sekaligus bangga dengan respons yang ditunjukkan anak asuhnya di lapangan.

Sejak awal pertandingan, duel berlangsung cukup berimbang. Malut United yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri berusaha mengendalikan permainan. Statistik mencatat tuan rumah unggul dalam penguasaan bola dengan 53 persen, serta melepaskan 13 tembakan. Namun, solidnya lini pertahanan Persebaya membuat seluruh peluang tersebut gagal berbuah gol.

Sebaliknya, Persebaya memilih tampil lebih efektif. Dengan penguasaan bola 47 persen, tim asal Surabaya itu mampu memaksimalkan peluang yang didapat. Dari delapan percobaan, tiga di antaranya tepat sasaran dan dua berhasil dikonversi menjadi gol.

Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Tepat pada menit ke-73, Milos Raickovic membuka keunggulan Persebaya melalui sepakan keras dari luar kotak penalti. Gol tersebut berawal dari kerja sama apik dengan Bruno Paraiba yang memberikan umpan matang.

Gol itu menjadi momentum kebangkitan Bajol Ijo. Mereka semakin percaya diri dalam mengontrol jalannya pertandingan, sembari tetap disiplin menjaga pertahanan dari serangan balik lawan.

Menjelang akhir laga, Persebaya memastikan kemenangan lewat gol kedua yang dicetak Francisco Rivera pada menit 90+1. Memanfaatkan umpan Riyan Ardiansyah, Rivera dengan tenang menuntaskan peluang dan mengunci kemenangan tim tamu.

Di sisi lain, Malut United sebenarnya sempat membuat publik tuan rumah bersorak setelah menjebol gawang Persebaya. Namun, harapan tersebut pupus setelah wasit menganulir gol usai meninjau Video Assistant Referee (VAR). Dalam tayangan ulang, ditemukan adanya pelanggaran handball dalam proses terjadinya gol.

Usai pertandingan, Bernardo Tavares memberikan apresiasi tinggi terhadap performa timnya. Ia menilai para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan.

“Secara permainan, saya melihat tim tampil sangat baik, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Para pemain menunjukkan sikap dan mentalitas yang bagus. Kami menciptakan banyak peluang, terutama di babak kedua,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Tavares juga mengakui bahwa timnya sempat mengalami tekanan, khususnya di babak pertama. Beberapa kali transisi cepat dari Malut United membuat lini pertahanan Persebaya harus bekerja ekstra keras.

“Kami sempat menghadapi situasi transisi yang cukup menyulitkan di babak pertama. Bahkan ada momen di mana lawan mencetak gol, tetapi akhirnya dianulir. Itu menjadi peringatan bagi kami untuk tetap fokus,” jelasnya.

Kemenangan ini dinilai memiliki arti penting secara psikologis. Setelah dua kekalahan beruntun, hasil positif di Ternate menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan oleh para pemain.

“Saya melihat para pemain sangat senang dengan hasil ini. Setelah dua pertandingan sebelumnya tidak berjalan baik, mereka memang membutuhkan momen kebangkitan seperti ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tavares menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen tim, bukan hanya individu semata. Ia pun berharap momentum ini bisa terus dijaga dalam laga-laga berikutnya.

“Saya pikir para pemain pantas mendapatkan hasil ini. Ini adalah buah dari kerja keras mereka sepanjang pertandingan. Seluruh tim layak merasakan kebahagiaan ini,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Persebaya kembali membuka peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Konsistensi kini menjadi kunci jika Bajol Ijo ingin terus bersaing di papan atas hingga akhir musim.(sub)

Editor : Redaksi