OPOP Dorong Pesantren Al Jauhar Kembangkan Usaha, Teh Tarik Jelly Trily Jadi Andalan

MERAHPUTIH I PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Al Jauhar di Dusun Timbangan, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha produktif. Dukungan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur menjadi pengungkit bagi pesantren dalam membangun unit usaha yang berdaya saing.

Produk unggulan yang kini dikembangkan adalah Teh Tarik Jelly Trily, minuman kekinian yang diproduksi bersama para santri. Usaha yang berjalan sejak 1 November 2023 itu telah mengantongi izin BPOM, sertifikat halal, serta hak kekayaan intelektual (HAKI), dan dipasarkan dengan harga Rp6.000 per cup.

Selain memproduksi minuman, pesantren juga memberdayakan wali santri melalui usaha kerupuk ikan jenggelek dan cumi-cumi bermerek Abahqo, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan lingkungan pesantren, tetapi juga masyarakat sekitar.

Pengurus Ponpes Al Jauhar, Gus Yasin, mengatakan pihaknya ingin mencetak santri yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha. Menurutnya, pendampingan OPOP sangat dibutuhkan, terutama dalam pemasaran, legalitas usaha, dan penguatan kelembagaan koperasi.

"Kami berharap OPOP terus memberikan pelatihan pemasaran, membantu proses legalitas, serta membina koperasi agar usaha pesantren semakin berkembang," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Mohammmad Ghofirin, menilai keberhasilan Al Jauhar menunjukkan pesantren mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. OPOP, kata dia, akan terus mendampingi pesantren mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan koperasi, strategi pemasaran hingga perluasan jaringan pasar.

Melalui kolaborasi tersebut, OPOP Jatim diharapkan mampu mempercepat lahirnya pesantren-pesantren mandiri yang tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis masyarakat.(prp)

Editor : Redaksi