Bandara Dhoho Kediri Layani 9.641 Calon Haji pada Musim Haji 2027

ilustrasi
ilustrasi

MERAHPUTIH I KEDIRI – Bandara Internasional Dhoho Kediri resmi ditetapkan sebagai embarkasi dan debarkasi haji reguler untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Penetapan ini membuka akses keberangkatan haji lebih dekat bagi masyarakat Jawa Timur bagian selatan.

Berdasarkan keputusan tersebut, Embarkasi Dhoho diproyeksikan melayani 9.641 calon haji dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, menyambut positif kepercayaan Kementerian Haji dan Umrah tersebut. Ia menyebut penetapan ini menjadi tonggak penting sekaligus tanggung jawab besar bagi pengelola bandara.

Pihaknya segera mempercepat persiapan operasional, mulai dari infrastruktur, fasilitas pelayanan, pengaturan pergerakan calon haji hingga pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan embarkasi dan debarkasi haji 2027," ujar Maksin di Kediri, Jumat (6/11).

PT Surya Dhoho Investama juga menyiapkan simulasi operasional bersama Pemerintah Kabupaten Kediri agar proses pelayanan calon haji berjalan terintegrasi.

Sebanyak 9.641 calon haji yang dilayani berasal dari Kabupaten Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, serta Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kota Madiun.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 92 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 21 Oktober 2026. Selain Bandara Dhoho, pemerintah juga menunjuk Wisma Surya Kediri sebagai lokasi transit calon haji.

Maksin berharap keberadaan embarkasi ini tidak hanya mempermudah perjalanan ibadah masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui sektor transportasi, akomodasi, pariwisata, dan UMKM. (red)

Editor : Redaksi