Mahasiswa Teknik Industri Untag Surabaya Berinovasi Membuat Rancangan Bioreaktor Anaerob Pupuk Cair

harianmerahputih.id
Nawang Sonia saat memeragakan inovasi berupa rancangan bioreaktor pupuk cair yang dapat meningkatkan efisiensi pembuatan pupuk. Rancangan alat Bioreaktor ini adalah hasil dari penelitian Tugas Akhir dalam studi S-1 nya

MERAHPUTIH I SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menunjukkan prestasinya - Nawang Sonia membuat gebrakan inovasi berupa rancangan bioreaktor pupuk cair yang dapat meningkatkan efisiensi pembuatan pupuk. Rancangan alat Bioreaktor ini adalah hasil dari penelitian Tugas Akhir dalam studi S-1 nya.

Mahasiswa yang telahdiwisuda 3 September 2023 ini mengaku saat melakukan pendampingan pembuatan nutrisi enam bulan di Desa Papungan, dia menghitung biaya produksi dalam proses pembuatan nutrisi dan perhitungan saat panen di sektor pertanian, perikanan, serta peternakan.
“Kekhawatiran petani terkait harga pupuk, baik pupuk kimia maupun pupuk organik yang semakin mahal sebagai dampak dari dicabutnya subsidi pupuk oleh pemerintah dan tingginya kebutuhan akan pupuk menjadi latar belakang terciptanya rancangan ini,” ujarnya.

Baca juga: Surabaya Wajibkan Parkir Digital, Tolak Nontunai Kena Denda Mulai 2026

Rancang bangun alat ini berfungsi meminimalisir resiko kegagalan fermentasi yang meliputi beberapa faktor, diantaranya suhu yang tidak sesuai, perkembangan mikroorganisme yang tidak terkendali, ketidakmampuan bakteri pengurai selama tahap dekomposisi, hingga masalah kebersihan wadah atau tempat fermentasi.

Inovasi alat Bioreaktor Anaerob ini dirancang sedemikian rupa dengan mengembangkan desain fitur tambahan, seperti elemen pemanas, mekanisme pengaduk, sistem pengatur suhu otomatis, serta pemasangan katup guna mengurangi tekanan.

Baca juga: Dishub Surabaya Tertibkan Jukir Liar dan Parkir Sembarangan di Pusat Kota

“Banyak dilakukanuji coba, alat Bioreaktor Anaerob ini terbukti mampu menunjukkan kemampuan dalam mempercepat proses fermentasi yang semula berlangsung dari 14 sampai 21 hari menjadi hanya lima hari dengan memanfaatkan proses panas dalam tabung sebesar 32 sampai 40 derajat celsius. Dan melakukan putaran pada bahan nutrisi cair dalam tabung Anaerob,” sebut Nawang saatmemperagakan alatnya.

Selain itu Kaprodi Teknik Industri, Hery Murnawan, S.T.,M.T. mengatakan bahw aalat Bioreaktor ini telah diuji coba langsung oleh para petani di Desa Papungan, Kanigoro, Blitar, Jawa Timur dalam kegiatan ‘Matching Fund’ yang didanai langsung oleh kemenristek dikti.

Baca juga: Surabaya Tunda Tanggul Laut, Pemkot Fokus Pompa dan Bozem Tekan Rob

“Petanidi Desa Papungan juga mendapatkan keuntungan setelah menggunakan bioreaktor, dengan meningkatnya produksi tanaman padi dan berkurangnya hama secara signifikan. Tidak hanya pada tanaman padi, Tanaman cabe pun juga menunjukkan hasil positif dengan meningkatkan hasil panen yang semula 11 kali petik, menjadi 13 sampai 15 kali petik dan secara keseluruhan petani mendapatkan profit 20 sampai 25 persen,” terangnya.

Hery juga menambahkan, inovasi ini merupakan kabar gembira bagi petani ditengah mahalnya harga pupuk.

“Diharapkan rancangan ini dapat membantu petani untuk melakukan kegiatan demi terjaganya ketahanan pangan jika alat ini sudah dipatenkan dan siap untuk didistribusikan kepada para petani,” tukasnya. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru