PBNU Bergejolak, Gus Yahya Tegaskan Belum Terima Risalah Desakan Mundur

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA — Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mengemuka. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyatakan belum menerima risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang disebut-sebut memintanya mundur dari jabatan ketua umum.

“Saya belum menerima suratnya,” ujar Gus Yahya singkat sebelum dimulainya pertemuan Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) se-Indonesia di Hotel Novotel Samator Surabaya, Sabtu (22/11/2025) malam. Ia menegaskan agenda di Surabaya hanya sebatas rapat koordinasi.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Sebelumnya, sebuah dokumen internal beredar luas yang berisi keputusan Syuriyah PBNU agar Gus Yahya mengundurkan diri. Risalah itu disebut ditandatangani Ketua Dewan Syuro PBNU, KH Miftachul Akhyar, tertanggal 20 November 2025.

Dalam dokumen tersebut, salah satu alasan permintaan pengunduran diri dikaitkan dengan kehadiran akademisi Amerika Serikat, Peter Berkowitz, pada kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU. Sosok Berkowitz dipandang memiliki kedekatan dengan jaringan Zionisme Internasional dan dinilai tidak sejalan dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Atas polemik itu, Gus Yahya telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik pada 28 Agustus 2025 lalu.

Di tengah memanasnya isu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengimbau seluruh jajaran NU tidak terprovokasi. Ia menyebut yang terjadi adalah dinamika organisasi yang tengah diproses sesuai mekanisme internal.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” tegasnya.

Gus Ipul menekankan bahwa segala keputusan terkait kepemimpinan ada di tangan Syuriyah PBNU sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam struktur organisasi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh perkembangan hanya mengacu pada informasi resmi, bukan kabar liar yang dapat memperuncing situasi. (red) 

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru