Bangun Kekuatan Maritim Nasional, Khofifah Gandeng Universitas Hang Tuah Cetak SDM Unggul

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim unggul dan pengembangan ekonomi biru menjadi fondasi utama menjadikan Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” sekaligus pusat orkestrasi rantai nilai nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.

Menurut Khofifah, konsep pembangunan tersebut tidak lagi menempatkan Jawa Timur sebatas wilayah transit, melainkan sebagai pusat penghubung industri, perdagangan, dan mobilitas ekonomi nasional. Empat pengungkit utama yang terus diperkuat meliputi hilirisasi industri, stabilitas pasokan komoditas strategis, peningkatan mobilitas tenaga kerja, serta penguatan konektivitas antarwilayah.

Baca juga: Buka BBA Fair 2026, Ketua Dekranasda Jatim Tegaskan UMKM Naik Kelas Jadi Fondasi Scale Up Produk

“Keempat pengungkit itu bertumpu pada satu faktor utama, yakni SDM unggul yang adaptif dan mampu bersaing di level global,” kata Khofifah, Rabu (6/5).

Ia menilai Jawa Timur memiliki kekuatan besar pada sektor agro-maritim, industri perkapalan hingga pariwisata bahari. Karena itu, transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan harus ditopang peningkatan kualitas SDM.

Khofifah juga menekankan pentingnya pergeseran menuju ekonomi biru atau blue economy, yakni pemanfaatan sumber daya kelautan secara produktif tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

“Pemanfaatan sumber daya laut harus memberi nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menyebut capaian Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Jawa Timur pada 2024 mencapai 60,54 dan terus diarahkan meningkat menuju target jangka panjang 2045. Industri berbasis kelautan dan pariwisata bahari disebut menjadi motor utama penggerak ekonomi biru di Jatim.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengapresiasi peran Universitas Hang Tuah dalam mencetak SDM maritim unggul. Menurutnya, sektor kemaritiman membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga stabilitas psikologis dalam mengoperasikan teknologi maritim modern.

Baca juga: Demokrasi di Tepi Jurang: Etika Pemilu dan Masa Depan Indonesia yang Dipertaruhkan

“Perguruan tinggi yang mampu menyeimbangkan IQ dan stabilitas psikologis dalam pengoperasian teknologi maritim ada di Universitas Hang Tuah,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti peluang besar tenaga kerja maritim, termasuk bidang underwater welding atau pengelasan bawah air yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.

“Banyak negara membutuhkan tenaga underwater welding, sehingga diharapkan Universitas Hang Tuah dapat menyiapkan pelatihan khusus di bidang tersebut,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya di bidang kelautan dan kemaritiman.

Baca juga: 59 Tahun BULOG: Mengawal Pangan, Menjaga Masa Depan Bangsa

"Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi di Jawa Timur, UHT siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dalam mencetak SDM Unggul, memperkuat riset dan inovasi serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Universitas Hang Tuah terus memperkuat program pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, melalui program desa binaan yang mencakup pendampingan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan literasi masyarakat.

"Kami berharap program pengabdian ini akan bersinergi dengan program Pemprov Jatim sehingga keberadaan UHT tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak langsung bagi masyarakat luas, khususnya di Jawa Timur," harapnya.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru