Calon Manajer KDKMP Meninggal Saat Pelatihan, Dinkop Jatim: Kami Kehilangan SDM Terbaik

harianmerahputih.id
ILUSTRASI

MERAHPUTIH I SURABAYA – Meninggalnya salah satu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) asal Jawa Timur Anisa Muyassaroh saat mengikuti latihan dasar militer di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mendapat perhatian serius dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur. Peristiwa tersebut dinilai sebagai kehilangan besar karena para peserta merupakan sumber daya manusia terbaik yang dipersiapkan mengelola koperasi desa.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa

Baca juga: KDKMP Jatim Dikebut, 530 Gerai Sudah Beroperasi, Pemprov Pastikan Harga Sembako Sesuai HET

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya peserta pelatihan tersebut.

Ia mengatakan seluruh jajaran Dinas Koperasi kabupaten/kota bersama insan perkoperasian di Indonesia juga melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu keluarga korban.

"Kami sangat menyayangkan adanya korban. Ini murni bentuk kepedulian kemanusiaan. Teman-teman koperasi di seluruh Indonesia juga melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga korban," ujarnya.

Endy menilai para calon manajer yang mengikuti pelatihan merupakan peserta hasil seleksi dengan kualitas akademik dan kemampuan yang sangat baik.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari proses asesmen, sebagian besar peserta memiliki kemampuan intelektual tinggi dengan nilai IQ rata-rata di atas 120.

"Kami sebenarnya sangat membutuhkan tenaga mereka. Mereka sudah lolos seleksi dengan nilai yang bagus dan kompetensinya sangat dibutuhkan untuk membangun koperasi desa," katanya.

Baca juga: Kemhan Hapus Latihan Menembak dari Program SPPI, Fokus Beralih ke Bela Negara dan Manajerial Koperasi

Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dalam proses pelatihan berikutnya.

Menurutnya, keberadaan para manajer memiliki peran strategis untuk memastikan koperasi mampu berkembang menjadi badan usaha yang sehat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.

"Harapan kami ke depan tidak ada lagi korban. Kita membutuhkan tenaga dan kompetensi mereka untuk mendampingi koperasi agar berkembang dengan baik," tegasnya.

Endy mengaku belum memperoleh data lengkap mengenai jumlah peserta asal Jawa Timur yang mengikuti pelatihan secara nasional. Namun ia membenarkan terdapat satu peserta asal Jawa Timur yang menjadi korban meninggal dunia.

Baca juga: Kemhan Rombak Pola Pelatihan SPPI, Latihan Bergaya Militer Dikurangi Usai Lima Peserta Meninggal

Sementara itu, proses penyiapan manajer KDKMP tetap berjalan karena keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam operasional 530 koperasi yang telah diresmikan pemerintah.

Nantinya para manajer akan ditempatkan di koperasi masing-masing untuk menyusun strategi usaha sesuai karakter wilayah, mulai dari perdagangan sembako, hasil pertanian, peternakan, hingga berbagai komoditas unggulan desa.

"Kami tetap membutuhkan para manajer ini untuk mengarahkan koperasi agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan," tutup Endy. (pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru